ADMINISTRASI PENDIDIKAN

A. Pengertian Administrasi Pendidikan
Administrasi Pendidikan terdiri dari dua kata yang masing-masing punya pengertian tersendiri, yakni administrasi dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa administrasi pendidikan adalah merupakan penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan administrasi dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan.
Dari asal kata atau etimologisnya administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari AD dan MINISTRARE. Kata AD artinya intensif sedang Ministrare berarti melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi secara etimologis adalah melayani secara intensif.
Hadari Nawawi1 mengatakan administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa pendidikan lembaga formal.
Sedangkan dalam encyclopedia of educational research chester W. Haris mendefinisikan administrasi pendidikan sebagai suatu proses pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber personalia dan material sebagai usaha untuk meningkatkan secara efektif pengembangan kwalitas manusia2.

B. Aministrasi Pendidikan Dan Administrasi Sekolah
Menurut Stephen J. Knezevich Administrasi Sekolah adalah suatu proses yang terdiri dari usaha mengkreasi, memelihara, menstimulir, dan mempersatukan semua daya yang ada pada suatu lembaga pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditentukan lebih dulu. Sedangkan menurut Albert Shuster, administrasi sekolah didefinisakan sebagai seni dan ilmu pengintegrasian secara kreatif ide-ide, material, dan orang dalam satu kesatuan organik atau unit yang bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Pada hakikatnya istilah administrasi sekolah dan administrasi pendidikan mempunyai pengertian dan maksud serta tujuan yang sama, yaitu memberikan kelancaran terhadap lembaga pendidikan. Keduanya memang sukar dibedakan, lebih-lebih sering dipakai secara bergantian dalam pengertian yang sama. Apa yang menjadi skop administrasi pendidikan adalah juga merupakan skop atau bidang garapan administrasi sekolah. Demikian pula proses kerjanya ditempuh melalui fungsi-fungsi yang sama.
Walaupun secara definitif sukar dibedakan, namun dari sudut luas tidaknya bidang garapan maka keduanya dapat dibedakan, dengan pengertian bahwa administrasi pendidikan mempunyai jangkauan bidang garapan yang lebih luas dari pada administrasi sekolah. Sedangkan administrasi sekolah itu sendiri sebenarnya merupakan penerapan administrasi pendidikan dalam organisasi sekolah, sebagai salah satu komponen system dari sitem pendidikan yang berlaku. Kalau administrasi pendidikan bisa meliputi keseluruhan komponen dalam suatu system, maka administrasi sekolah justru sebaliknya hanya terbatas pada suatu sekolah saja. Jadi perbedaan antara keduanya terletak pada cakupan pembahasan, kalau administrasi pendidikan cakupannya adalah sangat luas sedangkan administrasi sekolah hanya terbatas.

C. Ruang Lingkup Administrasi Sekolah
Sebelum membicarakan ruang lingkup administrasi sekolah terlebih dahulu akan dikemukakan tugas pengelola, yaitu:
1. Tugas Dan Tanggung Jawab Sekolah
Secara garis besar tanggung jawab sekolah mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.Kegiatan sekolah meliputi semua kegiatan yang berkaitan langsung dengan pendiidikan sekolah.
b.Dalam melaksanakan tugas, kepala sekolah dapat menunjuk seorang atau beberapa orang guru yang diberi tugas untuk melaksanakan suatu kegiatan sekolah.
c.Kepala sekolah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan kegiatan seklah yang dipimpinnya.
d.Terhadap suatu kegiatan sekolah yang belum diatur oleh pihak yang berwenang, yang sifatnya insidensial dan tidak berpengaruh secara luas, kepala sekolah dapat mengambil prakarsa sementara bagi pelaksanaan kegiatan itu. Kegiatan yang dimaksud segera dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Department Pendidikan Dan Kebudayaan.
e.Kepala sekolah dapat mengajukan usul, dasar dan pertimbangan kepada Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Propinsi mengenai pelaksanaan kegiatan sekolah tertentu yang mempunyai pengaruh/akibat yang luas tetapi belum diatur oleh pihak yang berwenang.
f.Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) adalah satu-satunya organisasi siswa yang bersifat intra sekolah dan bertugas mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dengan bimbingan kepala sekolah.
g.Semua kegiatan sekolah pelaksaannya hatus berpedoman pada peraturan yang berlaku.
h.Kurikulum secara menyeluruh merupakan pedoman dan sumber dari berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah.
i.Kepala seklah mengadakan pencacatan yang lengkap terhadap semua kegiatan sekolah.
j.Setiap awal tahun ajaran kepala sekolah menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis tentang:
Pelaksaan kegiatan sekolah pada tahun ajaran yang lalu
Rencana kalender pendidikan untuk tahun ajaran yang sedang berjalan. Laporan itu disampaikan kepada atasan langsung sesuai prosedur yang berlaku.
2. Tugas Kepala Sekolah
Kepala sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan perincian sebagai berikut:
A. Mengatur proses belajar mengajar
1.Program tahunan, semesteran, caturwulan berdasarkan kalender pendidikan.
2.Jadwal pelajaran tahunan, per semesteran, per caturwulan termasuk penetapan jenis mata pelajaran/keterampilan dan pembagian tugas baru.
3.Program satuan pelajaran (teori dan praktek) berdasarkan buku kurikulum.
4.Pelaksanaan jadwal satuan pelajaran (teori dan praktek) menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kalender pendidikan.
5.Pelaksanaan ulangan/tes hasil evaluasi belajar untuk kenaikan dan EBTA.
6.Penyususnan kelompok murid/siswa berdasarkan norma kepengurursan.
7.Penyusunan nama penilaian.
8.Penetapan kenaikan kelas.
9.Laporan kemajuan hasil belajar murid/siswa.
10.Penetapan dan peningkatan proses belajar mengajar.
B. Mengatur administrasi kantor
C. Mengatur administrasi murid/siswa
D. Mengatur administrasi pegawai
E. Mengatur administrasi perlengkapan
F. Mengatur administrasi keuangan
G. Mengatur administrasi perpustakaan
H. Mengatur pembinaan kemuridan /kesiswaan
I. Mengatur hubungan dengan masyarakat
3. Jadwal Kerja Kepala Sekolah
Agar kegiatan kepala sekolah dapat menacapai sasaran secara optimal diperlukan adanya jadwal kerja kepala sekolah yang meliputi kegiatan-kegiatan rutin harian, mingguan, bulanan, caturwulanan, semesteran, dan tahunan.
A. Kegiatan harian meliputi:
1.Memeriksa daftar hadir guru, tenga teknis kependidikan dan tenaga tata usaha.
2.Mengatur dan memeriksa kegiatan 5 K disekolah (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan).
3.Memeriksa program satuan pelajaran guru dan persiapan lainnya yang menunjang proses belajar mengajar.
4.Menyelesaikan surat-surat, menerima tamu, dan menyelenggarakan pekerjaan kantor lainnya.
5.Mengatasi hambatan-hambatan terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar.
6.Mengatasi kasus yang terjadi pada hari itu.
7.Memeriksa segala sesuatu menjelang sekolah usai.
B. Kegiatan mingguan:
Disamping kegiatan harian perlu dilaksanakan pula kegiatan mingguan sebagai berikut :
1.Upacara bendera pada hari Senin dan pada hari-hari istimewa lainnya.
2.Senam pagi pada hari senin.
3.Memeriksa agenda dan menyelesaikan surat-surat.
4.Mengadakan rapat mingguan (hari Sabtu) guna membahas jalannya pelajaran dan kasus yang belum terselesaikan untuk menjadi bahan rencana kegiatan minggu berikutnya.
5.Memeriksa keuangan sekolah, antara lain biaya rutin SPP/DPP.
6.Mengatur penyediaan keperluan perlengkapan kantor sekolah.
C. Kegiatan bulanan:
1. Pada awal bulan dilakukan kegiatan antara lain:
a.Melaksakan penyelesaian kegiatan setoran SPP, gaji pegawai/guru, laporan bulanan, rencanan keperluan perlengkapan kantor/sekolah dan rencana belanja bulanan.
b.Melaksanakan pemeriksaan umum, antara lain:
1.Buku kalas
2.Daftar hadir guru dan pegawai tata usaha
3.Kumpulan bahan evaluasi berikut analisanya
4.Kumpulan program satuan pelajaran
5.Diagram daya serap murid/siswa
6.Diagram pencapaian kurikulum
7.Program perbaikan dan pengadaan
8.Buku cacatan pelaksaan BP
c.Memberi petunjuk cacatan kepada guru-guru tentang siswa yang perlu diperhatikan, kasus yang perlu diketahui rangkaian pembinaan kegiatan siswa.
2. Pada akhir bulan dilakukan kegiatan antara lain:
a.Penututpan buku
b.Pertanggungjawaban keuangan
c.Evaluasi terhadap persediaan dan penggunaan alat bahan praktek
d.Kegiatan caturwulan/semesteran
e.Setiap caturwulan/semesteran perlu dilaksanakan kegiatan antara lain:
1.Menyelenggarakan perbaikan alat-alat sekolah (alat kantor, alat praktek, gedung, pagar sekolah dan lain-lain bila diperlukan).
2.Menyelenggarakan pengisian daftar induk siswa/buku induk siswa.
3.Menyelenggarakan persiapan evaluasi caturwulan/semesteran.
4.Menyelenggarakan persiapan evaluasi caturwulan semesteran termasuk kegiatan:
a.Kumpulan nilai (lagger),
b.Ketetapan nilai rapor,
c.Cacatan tentang siswa yang perlu mendapat perhatian khusus,
d.Pengisisan nilai caturwulan/semesteran,
e.Pembagian rapor,
f.Pemberian, pemanggilan orang tua siswa bila diperlukan untuk konsultasi.
5.Menyelenggarakan evaluasi kegiatan BP, OSIS, UKS, dan ekstrakurikuler.
D. Kegiatan akhir tahun ajaran:
Setiap akhir tahun ajaran perlu dilaksanakan kegiatan tertentu dalam rangka penutupan tahun ajaran sekaligus melaksanakan kegiatan persiapan untuk tahun ajaran yang akan dating antara lain:
1.Menyelenggarakan penutupan buku inventaris dan keuangan.
2.Menyelenggarakan persiapan kenaikan kelas/tingkat yang meliputi:
a.Pengisian daftar nilai (lagger),
b.Penyiapan bahan-bahan untuk rapat guru,
c.Pengisisan rapor dan EBTA,
d.Upacara akhir tahun ajaran, kenaikan kelas, pembagian rapor, penyerahan STTB, dan pelepasan lulusan.
3.Menyelenggarakan EBTA.
4.Menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran yang bersangkutan.
5.Menyelenggarakan penyusunan rencana keuangan tahun yang akan dating.
6.Menyelenggarakan penyusunan rencana perbaikan dan pemeliharaan sekolah dan alat bantu pendidikan.
7.Menyelenggarakan pembuatan laporan akhir tahun ajaran.
8.Melaksanakan kegiatan penerimaan sisiwa baru yang meliputi kegiatan:
a.Penyiapan formulir dan pengumuman penerimaan siswa baru.
b.Pembentukan panitia penerimaan dan pendaftaran.
c.Penyusunan syarat-syarat penerimaan dan pendaftaran.
E. Kegiatan awal tahun ajaran:
Menetapkan rencana kegiatan sekolah pada tahun ajaran yang akan dating meliputi:
a.Kebutuhan guru,
b.Pembagian tugas mengajar,
c.Program satuan pelajaran, dan jadwal pelajaran,
d.Perlengkapan alat-alat pelajaran dan bahan pelajaran,
e.Rapat guru.
4. Tugas Guru
Guru mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pengajaran di sekolah berdasarkan kurikulum yang berlaku disamping tugas pokok tersebut, guru membantu kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengatur:
1.Administrasi murid dan siswa.
2.Administrasi kepegawaian.
3.Administrasi perlengkapan.
4.Administrasi keuangan.
5.Administrasi perkantoran.
6.Administrasi perpustakaan.
7.Administrasi pembinaan kesiswaan, termasuk program B dan P.
8.Administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat tugas tambahan tersebut terutama diberikan kepada guru yang di sekolahnya belum tersedia tenaga khusus tata usaha sekolah.
Bagi guru kepala sekolah menengah umum/kejuruan disamping tugas melaksanakan tugas pokok pendidikan dan pengajaran, mereka mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah dalam hal mengatur:
1.Program pengajaran
2.Pembinaan kesiswaan termasuk program B dan P
3.Pengelolaan perpustakaan
4.Pengelolaan kelas
5.Kegiatan jurusan/instalasi
6.Pengelolaan laboratorium/ruang praktek
Guru yang mendapat tugas membantu kepala sekolah dibidang program-program pengajaran melakukan kegiatan:
1.Penyusunan jadwal kegiatan sekolah
2.Penyusunan pembagian tugas guru
3.Penyusunan jadwal pelajaran
4.Penyusunan jadwal evaluasi belajar
5.Penyusunan laporan pelaksaan pengajaran secara berkala
Guru yang mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah dibidang kesiswaan melakukan kegiatan:
1.Penyusunan program pembinaan kesiswaan/OSIS
2.Pelaksaan pembinaan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah
3.Penyusunan pembinaan siswa secara berkala dan incidental
4.Pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
5.Pengarahan dan pemilihan OSIS
6.Pemilihan calon penerima beasiswa bagi siswa yang berbakat
Guru yang mendapat tugas tambahan membantu kepala sekolah sebagai wali kelas, melakukan kegiatan:
1.Penyusunan laporan keadaan kelas pada akhir tahun ajaran
2.Pembanti statistic bulanan siswa
3.Penyusunan jadwal pelajaran kelas
4.Pencacatan jumalh kehadiran siswa minggguan dan bulanan
5.Pencacatan penerimaan uang SPP
6.Pengisian daftar nilai siswa
7.Pendaftaran alamat siswa
8.Pembuatan cacatan khusus siswa
9.Pencacatan mutasi siswa
Guru yang mendapatkan tugas tambahan membantu kepala sekolah dibidang bimbingan dan penyuluhan, melakukan kegiatan:
1.Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan meliputi: waktu kegiatan, metode bimbingan dan penyuluhan, peralatan dan biaya, teknik pengolahan dan hasil bimbingan dan penyuluhan.
2.Koordinasi dengan wali kelas sebagai penanggung jawab bidang pembinaan kesiswaan dan orang tua wali/wali murid.
3.Penyusunan dan pelaksanaan rogram kerja sama dengan instansi lain yang relevan, baik pemerintah maupun swasta.
4.Evaluasi pelaksaan B dan P.
5.Penyusunan statistic hasil evaluasi B dan P.
6.Penyusunan dan pemberian sarana dan pertimbangan pemilihan jurusan bagi siswa.

5. Tugas Tata Usaha Sekolah
Kepala unit tata usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketataushaan sekolah yang meliputi kegiatan:
a.Penyusunan program tata usaha sekolah.
b.Penyusunan keuangan sekolah.
c.Pengurusan kepegawaian.
d.Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah.
e.Penyusunan perlengkapan sekolah.
f.Penyusunan dan penyajian data/statistic sekolah.
g.Penyusnan laporan kegiatan pengurusan tata usaha sekolah.
Dengan uraian di atas tampak jelas bahwa ruang lingkup dalam administrasi pendidikan adalah sangat luas. Pada umumnya, ruang lingkup yang harus diketahui oleh kepala sekolah dan guru pada umumnya adalah:
a.Bidang tata usaha sekolah, yang meliputi:
1.Sturuktur kepegawaian tata usaha dan tugas-tugasnya
2.Membuat anggaran belanja keuangan sekolah
3.Menangani keuangan dan pembuktiannya
4.Menangani korespondensi/surat menyurat
5.Menangani masalah pengangkatan, pemindahan, penempatan, laporan pengisian buku induk, raport, dan sebagainya.
b. Bidang personalia murid, yang meliputi:
1.Pembentukan organisasi dan perkumpulan murid
2.Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
3.Evaluasi untuk menentukan kemajuan murid
4.Bimbingan dan penyuluhan bagi murid
c. Bidang personalia guru, yang meliputi antara lain:
1.Pengangkatan dan penempatan guru
2.Pembentukan organisasi personil guru
3.Penanganan masalah kepegawaian dan kesejahteraan
4.Masalah kondisi dan evaluasi
5.Penambahan pengetahuan bagi guru-guru (bimbingan dan penyuluhan)
d. Bidang pengawasan (supervisi), yang meliputi:
1.Membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha sekolah dalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
2.Mengusahakan dan mengembangkan kerja sama yang baik antara guru, murid, dan pegawai tata usaha sekolah
3.Mengusahakan dan membuat pedoman cara penilaian hasil-hasil pendidikan dan pengajaran
4.Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru pada umumnya
e. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum
1.Berpedoman pada kurikulum sekolah yang bersangkutan, untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran
2.Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya, dan menyesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan lingkungan masyarakat

BAB III
KESIMPULAN

Dari asal kata atau etimologisnya administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari AD dan MINISTRARE. Kata AD artinya intensif sedang Ministrare berarti melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi secara etimologis adalah melayani secara intensif.
Pada hakikatnya istilah administrasi sekolah dan administrasi pendidikan mempunyai pengertian dan maksud serta tujuan yang sama, yaitu memberikan kelancaran terhadap lembaga pendidikan. Keduanya memang sukar dibedakan, lebih-lebih sering dipakai secara bergantian dalam pengertian yang sama. Apa yang menjadi skop administrasi pendidikan adalah juga merupakan skop atau bidang garapan administrasi sekolah. Demikian pula proses kerjanya ditempuh melalui fungsi-fungsi yang sama.
Pada umumnya, ruang lingkup yang harus diketahui oleh kepala sekolah dan guru pada umumnya adalah:
a. Bidang tata usaha sekolah, yang meliputi:
6.Sturuktur kepegawaian tata usaha dan tugas-tugasnya
7.Membuat anggaran belanja keuangan sekolah
8.Menangani keuangan dan pembuktiannya
9.Menangani korespondensi/surat menyurat
10.Menangani masalah pengangkatan, pemindahan, penempatan, laporan pengisian buku induk, raport, dan sebagainya.
b. Bidang personalia murid, yang meliputi:
5.Pembentukan organisasi dan perkumpulan murid
6.Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
7.Evaluasi untuk menentukan kemajuan murid
8.Bimbingan dan penyuluhan bagi murid
c. Bidang personalia guru, yang meliputi antara lain:
6.Pengangkatan dan penempatan guru
7.Pembentukan organisasi personil guru
8.Penanganan masalah kepegawaian dan kesejahteraan
9.Masalah kondisi dan evaluasi
10.Penambahan pengetahuan bagi guru-guru (bimbingan dan penyuluhan)
d. Bidang pengawasan (supervisi), yang meliputi:
5.Membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha sekolah dalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
6.Mengusahakan dan mengembangkan kerja sama yang baik antara guru, murid, dan pegawai tata usaha sekolah
7.Mengusahakan dan membuat pedoman cara penilaian hasil-hasil pendidikan dan pengajaran
8.Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru pada umumnya
e. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum
3.Berpedoman pada kurikulum sekolah yang bersangkutan, untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran
4.Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya, dan menyesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan lingkungan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: