filsafat ilmu

FILSAFAT ILMU

A.Pengertian filsafat.

Falsafah hidup bangsa indonesia ialah Panca sila.Falsafah hidup negara lain bukan pancasila.Dalam hal ini berarti falsafah hidup setiap bangsa bahkan setiap orang berbeda-beda.Jika demikian apa sebenarnya falsafah itu ?Filsafat secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu philosofia.Philos artinya suka ,sedangkan Shopia artinya kebijaksanaan.Jadi secara sederhana filsafat adalah cinta kebijaksanaan

Dibawah ini saya kemukakan beberapa pendapat para ahli tentang filsafat

1.Henderson (1959:16 ) mengatakan :Popularly philosophy means one’s general view of life of men,      of ideals ,and  values ,in the sense every one has a philosophy of life.

2.Harold Titus (1959 )mengemukakan filsafat dalam arti sempit yaitu sebagai sains yang berkaitan     dengan metodologi atau analisis bahasa secara logis dan analisis makna- makna.Sedangkan arti     luas merupakan usaha mengintegrasikan pengetahuan manusia yang berbeda bedadan     menjadikan suatu pandangan yang konprehensip tentang alam semesta ,hidup,dan makna hidup.

3.Aristoteles

Filsafat ialah ilmu yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu      metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik dan estetika

4.Immanuel Kant

Filsafat ialah ilmu yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan ,yang di dalamnya     tercakup epistomologi (pengetahuan ) yang menjawab persoalan apa yang dapat diketahui.

5.Rene Descartes

Filsafat ialah  kumpulan segala pengetahuan dimana yang menjadi penyelidikan adalah Tuhan,     alam dan manusia.

6.Alfarabi

Filsafat ialah pengetahuan tentang alam dan bagaimana hakikat sebenarnya.

Dari berbagai pengertian filsafat yang dikemukakan oleh para ahli maka,pengertian filsafat jika diklasifikasikan menurut watak dan fungsinya ialah sebagai berikut :

1.Filsafat ialah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya     diterima secara tidak kritis (arti informaL)

2

2.Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita     junjung tinggi.(arti formal )

3.Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan .Jadi merupakan kombinasi dari     bermacam – macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang     konsistententang alam (arti spekulatif ).

4.Filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep     (logosentrisme)

5.Filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung mendapat perhatian dari manusia  dan yang     dicarikan jawabannya oleh para ahli.

B.Ciri-ciri berfikir kefilsafatan

Beberapa ciri berfikir kefilsafatan dapat dikemukakan seperti di bawah ini :

1.Radikal,artinya berfikir sampai ke akar-akarnya,hingga sampai pada hakikat atau substansi yang     difikirkan.

2.Universal,artinya pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia.Kehususan berfikir     kefilsafatan menurut Jasper terletak pada keumumannya.

3.Konseptual,artinya merupakan hasil generalisasi  dan abstraksi pengalaman manusia.

4.Koheren dan konsisten (runtut).Koheren artinya sesuai dengan kaidah – kaidah berfikir logis.

5.Sistematik,artinya pendapat yang merupakan uraian kefilsafatan itu harus saling berhubungan     secara teratur dan terkandung adanya maksud dan tujuan tertentu.

6.Komprehensip,artinya mencakup atau menyeluruh.

7.Bebas,artinya bebas dari prasangka-prasangka sosial,historis,kultural.

8.Bertanggungjawab,artinya hasil pemikirannya harus dapat dipertanggungjawabkan .

C.Pengertian  ilmu

Sebelum  kita melangkah lebih jauh tentang filsafat ilmu ada baiknya kita telaah terlebih dahulu beberapa pendapat para ahli tentang ilmu.

1.Prof.Dr.Amsal Baktiar ,M.A ,mengatakan bahwa ilmu merupakan sebagian pengetahuan yang     mempunyai  ciri seperti berikut yaitu     sistematik,rasional,empiris,universal,objektif,kumulatif     dan terukur.

2. Karl pearson mengatakan bahwa ilmu merupakan lukisan atau keterangan yang komprehensif dan      konsisten tentang fakta pengalaman.

3

3.Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag mengatakan bawha ilmu adalah     empiris,rasional,umum,dan  sistematik.

4.Ashley Montagu menyatakan ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang     berasal dari pengamatan ,studi dan percobaan.

5.Afanasyef mengatakan ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam ,masyarakat dan pikiran.

6.Gaston Bachelard  mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu produk pemikiran manusia     yang sekaligus menyesuaikan antara hukum-hukum pemikiran dengan dunia luar.

D.Pengertian filsafat ilmu

Beberapa defenisi filsafat ilmu menurut para ahli

1.Robert Ackermann.

Filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiahmasa kini yang     dibandingkan dengan pendapat –pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.

2.Lewis White Beck

Filsafat ilmu adalah mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah,serta     mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

3.Cornelius Benjamin

Filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafati yang menelaah sistematis tentang sifat      dasar ilmu ,metode-metodenya,konsep-konsepnya,serta letaknya dalam kerangka umum dari     cabang pengetahuan intelekual.

4.May Brodbeck

Filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafati,pelukisan,dan penjelasan     mengenai landasan – landasan ilmu.

Dari defenisi-defenisi yang  dikemukakan oleh para ahli di atas dapat kita lihat ruang lingkup atau cakupan yang dibahas dalam filsafat ilmu,yaitu:

1.Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu

2.Sifat dasar ilmu pengetahuan

3.Metode ilmiah

4.Praanggapa-praanggapan ilmiah

5.Sikap etis dalam  pengembangan ilmu pengetahuan

4

E.Tujuan filsafat ilmu

Filsafat ilmu sebagai cabang khusus filsafat yang membahas tentang sejarah perkembangan ilmu,metode-metode ilmiah ,sikap etis secara umum mengandung tujuan sebagai berikut :

1.Mengkritisi setiap karya/kegiatan ilmiah.Hal ini dilakukan untuk menghindari sikap solipsistik (sikap     yang menganggap pendapatnya sendiri yang paling benar ).

2.Merefleksikan ,menguji,mengkritik asumsi dan metode keilmuan.

3.Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.Jadi setiap metode ilmiah yang     dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional.

F.Filsafat ilmu merupakan bagian dari Epistemologi.

Filsafat memiliki cabang-cabang yang masing-masing dikelompokkan menjadi Metafisika,Epistemologi,dan aksiologi.

Metafisika

Metafisika adalah filsafat yang membahas tentang keberadaan (being) atau eksistensi(existence). Menurut Archie J.Bahm bahwa metafisika merupakan suatu penyelidikan  pada masalah keberadaan

Menurut Aristotles yang menyebut metafisika sebagai proto philosophia (filsafat pertama) yang memuat uraian tentang sesuatu yang ada di belakang gejala-gejala fisik seperti bergerak,berubah hidup,mati.

Menurut Christian Wolff metafisika dibagi menjadi dua yaitu metafisika umum (ontologi) tentang hal ada (being )dan metafisika khusus yang meliputi psikologi (tentang hakikat manusia),kosmologi (tentang hakikat atau asal usul alam semesta),dan Theologi (tentang hakikat keberadaan Tuhan ).

Aksiologi

Aksiologi membahas tentang masalah nilai.Dalam pemikiran filsafat yunani menurut Plato bahwa axiologi mengedepankan tentang kebaikan yang lebih dikenal dengan  summum bonum (kebaikan tertinggi).

Menurur Runes ada empat faktor penting dalam axiologi yaitu :

1.kodrat nilai berupa problem mengenai asal nilai yaitu keinginan,kesenangan,kepentingan,atau     yang lainnya.

.2.jenis-jenis nilai menyangkut perbedaan pandangan antara nilai intrisik,ukuran untuk      kebijaksanaan nilai itu.

3.Kriteria nilai artinya ukuran untuk menguji nilai yang dipengaruhi  sekaligus oleh teori     psikologi dan logika.

5

4.status metafisik nilai yang mempersoalkan tentang bagaimana hubungan antar nilai     dengan fakta-fakta yang diselidiki melalui ilmu –ilmu kealaman (koehler ) kenyatan terhadap     keharusan (lotze ),pengalaman manusia tentang nilai pada realitas kebebasan  manusia .

Cabang axiologi yang banyak membahas tentang nilai- baik atau buruk adalah bidang etika (kesusilaan) yang dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu  etika deskriptif,etika normatif ,dan metaetika.

Etika deskriptif yaitu adat kebiasaan,anggapan tentang baik atau buruk ,tindakan yang diperbolehkan atau tidak yang terdapat pada individu,kebudayaan atau kulture tertentu.

Etika normatif  didasarkan pada norma .Etika ini mempersoalkan norma yang dapat diterima seseorang atau masyarakat secara kritis.Etika normatif ini di bagi menjadi dua yaitu:

1.Etika umum ,yang menekankan pada hal – hal yang umum

2.Etika khusus,yang berupaya menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam prilaku     manusia yang khusus (etika terapan ).

Epistemologi

Epistemologi berasal dari bahasa yunani yaitu episteme dan logos.Episteme berarti pengetahuan (knowledge) dan logos artinya teori.Jadi secara etimologis artinya merupakan teori pengetahuan.Dari pengertian ini maka dapat kita simpulkan bahwa filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi.Objek material dari epistemologi ialah pengetahuan sedangkan objek formalnya adalah hakikat pengetahuan.

Hal-hal penting yang dikaji dalam epistemologi berkisar pada masalah-masalah seperti:

1.Asal-usul pengetahuan

2.Peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan

4.Hubungan antara pengetahuan dengan kebenaran

5.Skeptisisme universal

6.Bentuk-bentuk perubahan pengetahuan yang berasal dari konseptualisasi baru mengenai     dunia.

Pengetahuan dan pikiran merupakan sesuatu yang kodrati,karena pengetahuan tidak akan eksis tanpa pikiran.Menurut Bahm ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia,yaitu :

1.Mengamati (observer ).Pikiran berperan dalam mengamati objek-objek

2.Menyelidiki (inquires ).Daya tarik suatu objek menimbulkan minat untuk memahami objek.

3.Percaya (believes ).Percaya atau ragu terhadap objek

6

4.Hasrat (desires ),mencakup kondisi-kondisi biologis,dan interaksi dialektis antara tubuh dan     jiwa.Hasrat muncul dari ketertarikan ,melibatkan perasaan puas dan frustasi serta respon     terhadap perasaan tersebut.

5.Maksud (intends ).Perubahan kehendak dari intensitas minimal ke maksimal.

6.Mengatur (organizes ).Pikiran mengatur melalui kesadaran penampakan dalam setiap     kehadiran.

7.Menyesuaikan (adapts )pikiran-pikiran sekaligus melakukan pembatasan-pembatasan yang     dibebankan pada fikiran melalui kondisi keberadaan .

8.Menikmati (enjoys )/menekuni suatu persoalan sehingga menjadi asyik.

Epistemologi juga terkait dengan pengetahuan lain ,seperti pengetahuan ilmiahdan non ilmiah.

Pengetahuan ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.Berlaku umum ,artinya jawaban atas pertanyaan sesuatu layak atau tidak tergantung pada     faktor subjektif.

2.Mempunyai kedudukan mandiri (otonomi ),artinya faktor-faktor di luar ilmujuga berpengaruh     tetapi harus diupayakan agar tidak menghentikan pengembangan ilmu secara mandiri.

3.Mempunyai dasar pembenaran,artinya cara kerja ilmiah diarahkan untuk memperoleh derajat     kepastian yang sebesar mungkin.

4.Sistematik,artinya ada sistem dalam susunan pengetahuan dan dalam cara memperolehnya.

5.Intersubjektif,artinya kepastian pengetahuan ilmiah tidaklah didasarkan atas intuisi-intuisi     serta pemahaman-pemahaman secara subjektif,melainkan dijamin oleh sistemnya sendiri.

Pengetahuan dipandang dari jenis pengetahuan yang dibangun dibedakan sebagai berikut :

1Pengetahuan biasa (ordinery knowledge/cammon sense knowledge ).Pengetahuan seperti ini    bersifat subjektif ,artinya amat terikat pada subjek yang mengenal.

2.Pengetahuan ilmiah yaitu pengetahuan yang telah menetapkan objek yang khas atau spesipik     dengan menerapkan pendekatan metodologis yang khas pula,artinya metodologi yang dipakai     telah mendapatkan kesepakatan diantara para ahli sejenis.

3.Pengetahuan fisafati,yaitu jenis pengetahuan yang pendekatannya melalui metodologi     pemikiran filsafati.

4.Pengetahuan agama ,yaitu jenis pengetahuan yang didasarkan pada keyakinan dan ajaran     agama tertentu.

Pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karakteristiknya dapat dibedakan sebagai berkut:

1.Pengetahuan indrawi,yaitu jenis pengetahuan yang didasarkan atas sense (indera)atau     pengalaman manusia sehari-hari.

7

2.Pengetahuan akal budi,yaitu jenis pengetahuan yang didasarkan atas kekuatan rasio.

3.Pengetahuan intuitif,yaitu jenis pengetahuan yang memuat pemahaman secara tepat.

4.Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif,yaitu jenis pengetahuan yang dibangun     atas dasar kredibilitas seorang tokoh atau sekelompok orang yang dianggap propesional     dalam bidangnya.

Prinsip-prinsip dalam berfilsafat

Berfilsafat yang baik diawali dari hal – hal yang dialami sendiri oleh calon fisuf.Menurut Aristoteles filsafat dimulai dari suatu thauma (rasa kagum ) yang timbul dari suatu aporia ,yaitu problema yang sulit dicari jalan keluarnya.Menurut Liang gie ,ada lima prinsip penting dalam berfilsafat agar calon filsuf  mendapatkan hasil yang maksimal,yaitu :

1.Meniadakan kecongkakan maha tahu sendiri,artinya seorang filsuf harus bisa mengendalikan     dirinya terutama dari sikapsolipisme (merasa pendapatnyalah yang paling benar ).

2.Bersikap setia kepada kebenaran (a loyality to truth ).Kesetiaan pada kebenaran  akan     melahirkan kejujuran dan keberanian untuk mempertahankan kebenaran.

3.Memahami secara sungguh-sungguh persoalan-persoalan filsafati serta berusaha memikirkan     jawabannya,sehingga terlatih untuk berfikir secara serius (intellectual exercises )

4.Latihan intelektual secara aktif dari waktu ke waktu dan diungkapkan baik secara tertulis     maupun lisan.

5.Sikap keterbukaan diri,artinya orang  yang mempelajari fisafat sebaiknya menghindari     prasangka tertentu atau pandangan sempit yang tertuju pada satu arah saja.

F.Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan fisafat ilmu serta tehnologi tidak terlepas dari pengaruh dan pemikiran filsafat barat.Pada awalnya pada zaman yunani kuno filsafat diidentikkan dengan ilmu.Semua hasil pemikiran manusia pada zaman itu disebut filsafat.Pada abad pertengahan terjadi perubahan,dimana pada zaman ini filsafat diidentikkan dengan agama,artinya pemikiran filsafat pada waktu itu menjadi satu dengan agama (dogma agama ).Pada abad ke-15 muncul Renaissans dan abad ke-18 Aufklaerung membawa perubahan pandangan terhadap filsafat.Filsafat memisahkan diri dari agama dan mulailah orang berani mengeluarkan pendapat tanpa harus takut dihukum oleh gereja.

Pada abad ke-20 filsafat terpecah menjadi berbagai cabang dan ilmu juga demikian berkembang cepat menjadi berbagai cabang bahkan dalam berbagai spesialisasi dan sub-spesialisasi.Ilmu pengetahuan pada awalnya adalah suatu sistem yang dikembangkan manusia untuk mengetahui keadaannya dan lingkungannya.Namun  perkembangan selanjutnya menjelang abad ke-21

8

ilmu bukan lagi sekedar sarana kehidupan bagi manusia ,tetapi telah menjadi sesuatu yang substantif yang menguasai kehidupan manusia  baik secara ekstensif maupun secara intensif.

Perkembangan ilmu dan tehnologi yang semakin pesat serta pemanfaatan yang tinggi menciptakan berbagai masalah kemanusiaan.Untuk memecahkan masalah masalah ini maka ilmupun semakin berkembang,karena tidak dapat masalah kemanusiaan diselesaikan seluruhnya hanya dengan satu disiplin ilmu,tetapi harus ditangani bersama oleh berbagai ilmuwan dan dalam disiplin yang berbeda pula.

Ilmu pengetahuan dan tehnologi barat berkembang dengan pesat ,jauh meninggalkan ilmu pengetahuan dan tehnologi di asia dan indonesia khususnya.Pemikiran barat yang dijiwai semangat Renaissance dan Aufklaerung hingga sekarang ini menjadi tradisi bagi pengembangan budaya barat,maka dari itu alangkah baiknya kita telaah perkembangan filsafat barat untuk kita ambil sisi baiknya dan mengesampingkan sisi yang kurang baiknya.

Perkembangan sejarah filsafat barat dibagi menjadi empat periode berdasarkan pemikiran yang dominan pada waktu itu,yaitu :

1.Zaman yunani kuno.Ciri pemikiran filsafati pada zaman ini disebut kosmosentris.Para filosop     pada zaman ini mempertanyakan asal-usul alam semesta dan jagad raya.

2.Zaman abad pertengahan. Ciri pemikiran pada zaman ini disebut teosentris.Pada zaman ini     filosof memakai filsafat untuk memperkuat dogma-dogma Kristiani.

3.Zaman abad modern.Pada zaman ini para filosof menjadikan manusia sebagai pusat analisis     filsafat,sehingga disebut corak antroposentrisme.

4.Abad Kontemporer.Ciri pokok pemikiran zaman ini adalah logosentris yaitu teks menjadi tema     sentral diskursus para filosof.

Perkembangan pemikiran filsafat barat

1.Zaman Yunani kuno

Pada abad ke-6 awal lahirnya pemikiran filsafat barat yang ditaandai dengan runtuhnya mite-mite dan dongeng –dongeng yang selama ini menjadi pembenaran terhadap semua gejala alam.Pada masa ini yang berkembang adalah kosmologis dan kosmogonis.

Thales (640-550 SM) mengatakan bahwa air merupakan Arche (asal mula) dari segala sesuatu.

Anaximander (611-545 SM )meyakini bahwa asal mula dari segala sesuatu adalah apeiron yaitu tidak terbatas (udara).

Pythagoras  (580-500 SM ) mengatakan bahwa segala sesuatu dapat diterangkan atas dasar bilangan-bilangan. (dalil pythagoras ).

Herakleitos dan Parmenides (540-475 SM )muncul gagasan tentang ada yang kemudian dikenal metafisika.

9

Socrates (470-399 SM )muncul  metode filsafat langsung pada kehidupan sehari-hari yang disebutnya dialektika.Metode ini disebutnya maieutike tekhne (seni kebidanan).Jadi filosof hanya membidani lahirnya pengetahuan.

Demokritos (460-370 SM) muncul pemikiran tentang atom yang mengatakan realitas terdiri dari banyak unsur yang disebut atom.

Plato 9428SM-348 SM) ,Ia meneruskan tradisi dialog socrates,bedanya socrates tidak mengajar tetapi plato mengajar pengetahuan.

Aristoteles (384-SM-322 SM )menyebutkan setiap objek memiliki penyebab,yaitu penyebab material,formal,efisien,dan penyebab final.Sejak masa ini mulailah dikenal metafisika.Pasca Aristoteles  filsafat yunani mengalami kemunduran.

2.Zaman pertengahan (6-16 M )

Zaman ini merupakan masa keemasan bagi ajaran kekristenan,sebab semua ajaran harus disesuaikan dengan ajaran agama.Para filosof yang terkenal pada masa itu ialah Plato dan Aristoteles.Plato menampakkan pengaruhnya pada Agustinus,sedangkan Aristoteles menampakkan pengarunya pada Thomas Aquinas.Thomas Aquinas (1125-1274 ) mengambil pemikiran Aristoteles menjadi dasar  dalam berfilsafat,namun demikian setiap yang tidak sesuai dengan ajaran gereja dibuangnya dan menambahkan hal-hal yang baru,sehingga melahirkansuatu aliran yang bercorak Thomisme yag menjadi ciri khas filsafat zaman pertengahan yang dikenal dengan predikat “Ancilla Theologiae “

3.Zaman Renaisans (14-16 M )

Zaman Renaisans adalah suatu zaman peralihan dari zaman pertengahan ke abad modern.Pada zaman ini para pemikir memberi perhatian yang sangat besar pada bidang seni lukis, arsitektur,musik,sastra,filsafat,ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Pemikir Renaisans yang paling terkenal ialah Nicolaus Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (1561-1626).Coper nicus adalah seorang tokoh gereja yang ortodoks yang menemukan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya  dan bumi memiliki dua macam gerak yaitu perputaran sehari-haripada porosnya dan gerakan tahunan mengelilingi matahari.Teori ini disebut HELIOSENTRISME.Sejak saat itu maka pendapat GEOSENTRIS yang mengatakan bumi pusat jagad raya tidak dipakai lagi.

Francis Bacon merupakan  pemikir yang keluar dari zamannya dan menjadi perintis filsafat ilmu pengetahuan.Ungkapan Bacon yang terkenal ialah Knowledge is power (pengetahuan adalah kekuasaan ).Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa contoh 1.mesiu hasil ilmu pengetahuan .Dengan menggunakan mesiu dapat menyebabkan kemenangan pada perang modern 2.kompas memungkinkan manusia mengarungi lautan 3.percetakan mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan ,semua itu merupakan hasil ilmu pengetahuan.

10

4.Zaman Modern (17-19  M )

Perbedaan zaman pertengahan dengan zaman modern terletak pada otoritas kekuasaan dan ilmu pengetahuan.Pada zaman pertengahan kekuasaan mutlak dipegang oleh gereja dengan dogma-dogmanya sedangkan zaman modern otoritas kekuasaan terletak pada kemampuan manusia itu sendiri .Jadi kekuasaan gereja makin berkurang ,sementara kekuasaan ilmu pengetahuan makin bertambah.Filsafat modern bercorak Antroposentris artinya  manusia menjadi pusat penyelidikan filsafati.Yang menjadi topik utama bahasan filsafat adalah persoalan epistemologi,yaitu tentang bagaimana manusia memperoleh pengetahuan,sarana apa yang memadai untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang benar,dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu.Bersamaan dengan itu muncullah dua aliran filsafat yang berbeda yang saling bertentangan yaitu aliran rasionalisme dan empirisme.

Rasionalisme

Aliran filsafat ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan dapat dipercaya adalah rasio (akal),sedangkan pengalaman hanyalah mengukuhkan kebenaran pengetahuan  yang diperoleh melalui akal tadi.Metode yang dipakaioleh para filsuf rasionalisme ialah metode deduktif.

Ada dua hal pokok yang menjadi ciri dari setiap bentuk rasionalisme,yaitu :

1.Adanya pendirian bahwa kebenaran –kebenaran yang hakiki itu secara langsung dapat     diperoleh dengan menggunakan akal sebagai sarananya.

2.Adanya suatu penjabaran secara logik  atau deduksi yang dimaksudkan untuk memberikan       pembuktian .

Tokoh penting aliran filsafat rasionalisme adalah Rene Descartes (1598-1650 ) yang juga adalah pendiri filsafat modern.Rene Descartes memulai metodenya dengan cara meragukan segala macam pernyataan,kecuali pernyataannya yang sedang melakukan keragu-raguan,sehingga ia sampai pada kebenaran yang tak terbantahkan yaitu saya berpikir ,jadi saya ada (Cogito ergo sum )yang kemudian diterima menjadi prinsip pertama filsafat.

Empirisme

Aliran filsafat  rasionalisme bertentangan dengan aliran empirisme,dimana rasionalisme bersifat a priori sedangkan empirisme bersifat a poste riori,yaitu metode yang berdasarkan atas hal-halyang datang atau terjadi  atau adanya kemudian.Sumber pengetahuan bagi penganut empirisme adalah pengalaman dan akal hanya berfungsi untuk mengatur  dan mengolah data yang ada.Menurut aliran filsafat empirisme bahwa manusia tidak mempunyai ide-ide bawaan tetapi manusia ibarat kertas putih yang siap untuk diisi melalui pengalaman –pengalaman.Aliranempirisme pertama kali berkembang di Inggris pada abad ke-15oleh Francis Bacon yang memperkenalkan metode eksperimen dalam metode penelitian.

Paham empirisme kemudian dikembangkan oleh David Humme (1611-1776 ),ia menegaskan bahwa  satu-satunya sumber untuk memperoleh pengetahuan  adalah pengalaman.Pemikiran Hume ini bersifat analitis,kritis dan skeptis.

11

Kritisisme.

Faham kritisisme adalah suatu aliran filsafat yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1724-1804 ),yaitu merupakan penggabungan dari filsafat  rasionalisme dengan empirisme.

Idealisme

Filsafat idealisme merupakan kelanjutan dari rasionalisme,tetapi para filsuf idealisme  secara umum fisafatnya bersumber dari filsafat kritisisme immanuel kant.

Positivisme

Tokoh terpenting dari aliran filsafat positivisme adalah Auguste Comte (1798-1857 ).Semboyan Comte yang terkenal ialah savoir pour prevoir (mengetahui supaya siap bertindak ),artinya manusia harus menyelidiki  gejala-gejala dan hubungan-hubungan antara gejala-gejala ini supaya ia dapat meramalkan apa yang akan terjadi.Filsafat positivisme  Aguste Comte disebut juga faham empirisme-kritis,bahwa pengamatan dan teori berjalan seiring.Filsafat Aguste Comte  merupakan pencipta ilmu sosiologi yang sekaligus menjadi suatu filsafat sejarah.

Marxisme

Pendiri aliran marxisme ialah Karl Marx (1818-1883).Filsafat Marx  merupakan perpaduan antara metode dialektikaHegel dengan filsafat materialisme Feuerbach.Filsafat marx ini melahirkan revolusi indusri di abad ke-18 dan ideologi-ideologi dunia seperti liberalisme/kapitalisme,dan sosialisme/komunisme.

Zaman Kontemporer (abad ke-20 –sekarang )

Pada zaman ini tema filosofi adalah bahasa,karena  ungkapan –ungkapan filsafat sebelumnya dirasa membingungkan.Filsafat pada zaman kontemporer berusaha membuat ungkapan-ungkapan itu menjadi jelas.

Beberapa aliran dan tokoh yang paling berpengaruh  pada abad ke-20 yaitu:

Aliran Fenomenologi yaitu ilmu pengetahuan  (logos )tentang apa yang tampak (phainomenon),yang didirikan oleh Edmund Husserl (1859-1938)

Aliran eksistensialisme,yang merupakan protes terhadap aliran rasionalisme dan masyarakat modern khususnya idealisme Hegel.Salah seorang tokoh eksistensialisme yang populer ialah Jean Paul Sartre (1905-1980 )

Aliran strukturalisme,yaitu suatu metode yang digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu kemanusiaan dengan bertitik tolak dari prinsi-prinsip linguistik yang dirintis oleh Ferdinand de Saussure.Aliran ini menggunakan metodologi struktural untuk membahas tentang  manusia ,sejarah,kebudayaan ,serta hubungan antara kebudayaan manusia dan alam.Tokoh yang berpengaruh dalam aliran strukturalisme adalah Michel Foucault (1926-1984 )

Aliran fisafat Pragmatisme,yaitu merupakan suatu aliran yang memakai akiba-akibat praktis dari pikiran dan kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan kebenaran.

12

Salah seorang tokoh pragmatisme yang terkenal ialah William James (1842-19 10).                                   Ia membedakan dua macam bentuk pengetahuan,yaitu :

1.Pengetahuan yang langsung diperoleh dengan jalan pengamatan.

2.Pengetahuan tidak langsung ,yang diperoleh melalui pengertian.

Menurut William James kebenaran merupakan suatu proses,suatu ide dapat menjadi benar apabila didukung oleh peristiwa-peristiwa sebagai akibat atau buah dari ide itu.

Aliran Postmodernisme,yaitu merupakan suatu aliran yang lahir sebagai reaksi atas kegagalan aliran modernisme.Aliran ini dipopulerkan oleh Francois Lyotard(1924) lewat bukunya The Postmodern Condition : A Report on Knowledge (1979).Modernitas menurut Francois  ditandai oleh kisah –kisah besar yang mempunyai fungsi mengarahkan serta menjiwai masyarakat modern.

G.Prinsip-prinsip metodeologi

Metodeologi merupakanbagian epistomologi yang mengkaji urutan langkah –langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri ilmiah.

Beberapa pandangan tentang prinsi metodeologi

1.Rene Descartes.

Dalam karyanya yang berjudul Discourseon Method,risalah tentang metode diajukan enam bagian penting yaitu :

a.Membicarakan masalah ilmu yang diawali dengan menyebutkan akal sehat

b.Menjelaskan kaidah –kaidah pokok tentang metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah.

c.Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan penerapan metode.

d.Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acapkali terkecoh oleh indra.

e.Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang tediri atas dua substansi,yaitu     rescogitans (jiwa bernalar) dan res extensa (jasmani yang meluas )

f.Dua pengetahuan yaitu pengetahuan spekulatif dan pengetahuan prktis.

2.Alfred Jules Ayer

Dalam bukuya yang berjudul language,Truth and logic mengatakan bahwa ajaran terpenting yang terkait dengan metodelogis adalah prinsip verivikasi.

13

3.Karl Raimund Popper

Popper mengajukan prinsip falsifikasi,yaitu:

a. Menolak anggapan umum yang mengatakan suatu teori dapat dirumuskan dan dapat     dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verivikasi,karena teori ini bersifat hipotesis     sehingga tak ada kebenaran terakhir,dan dapat digantikan dengan teori yang lebih cepat.

b Menolak teori empiris yang mengatakan suatu pernyataan dapat dibenarkan berdasarkan     bukti-bukti pengamatan empiris.

c.Popper menawarkan prinsip falsifiabilitas yaitu dapat dibuktikan kesalahannya dengan demikian dapat diganti dengan hypotesa yang baru.

Penutup.

Kesimpulan

1.Cabang –cabang utama filsafat :mefafisika,epistemologi,dan aksiologi.

2.Filsafat ilmu mencakup tentang :Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu,sifat dasar ilmu     pengetahuan,metode ilmiah,praanggapan –praanggapan ilmiah,sikap etis dalam     pengembangan ilmu pengetahuan.

3.Tujuan filsafat ilmu:sebagai sarana pengujian ilmiah,usaha merefleksi,mengkritik asumsi dan     metode keilmuan,memberi pendasaran logis metode keilmuan.

4.Ciri-ciri berpikir kefilsafatan:radikal,universal,konseptual,koheren &     konsisten,sistematik,komprehensip,bebas dan bertanggungjawab.

5.Perkembangan filsafat barat dimulai dari :zaman yunani kuno,pertengahan,renaisans,zaman     modern,dan zaman kontemporer.

6.Pada zaman modern muncul berbagai aliran filsafat baru yaitu:     rasionalisme,empirisme,kritisisme,idealisme,positivime,marxisme.

Daftar kepustakaan

Fisafat Ilmu,Drs.Rizal Mustansyir M,Hum,dan Drs.Misnal Munir M.Hum (2000),Pustaka Pelajar

Pengantar Fisafat Pendidikan,Drs .Uyoh Sadulloh,Mpd(2003),Alfabeta

Wikkipedia ,Giga pedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: