komunikasi organisasi

KOMUNIKASI  ORGANISASI DI SD .ST.ANTONIUS-I MEDAN

A.Pendahuluan.

Komunikasi dalam suatu organisasi sangatlah penting .Salah satu faktor penentu suksesnya organisasi adalah komunikasi.Komunikasi yang baik akan memperlancar jalannya organisasi ,sebaliknya jika komunikasi kurang baik dapat menyebabkan macetnya organisasi.Sebagai contoh dalam suatu sekolah ,Jika Kepala sekolah lupa meyampaikan kapan masuk kembali sekolah setelah libur,maka akan banyak guru atau siswa yang tidak hadir pada awal  permulaan sekolah sehingga aktivitas pembelajaran akan terkendala.Hal demikian menyebabkan sekolah tidak berfungsi semestinya.

Untuk menghindari hal ini maka para pemimpin organisasi harus memahami dan menyempurnakan kemampuan organisasi (Kohler 1981),sehingga  komunikasi dalam organisasi tersebut menjadi efektif.Efektifnya komunikasi organisasi  dalam suatu sekolah akan membantu pelaksanaan tugas para guru maupun kepala sekolah .

Setiap organisasi termasuk sekolah tidak terhindar dari konflik organisasi.Untuk menghindari dan memecahkan konflik ini perlu adanya komunikasi yang efektif,baik komunikasi verbal maupun non verbal.Dengan adanya komunikasi ini maka diharapkan dapat memaksimalkan segala aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.

B.HAKEKAT DAN PERAN KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI UNTUK                            MEWUJUDKAN KINERJA LEMBAGA YANG OPTIMAL.

1.Pengertian Komunikasi

a.Komunikasi adalah proses individu mengirimkan stimulus yang biasanya dalam bentuk     verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain.(Hovland,Janis dan Kelly )

b.Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu,sehingga     dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan ,dipelihara,dan diubah.(Forsdale )

c.Komunikasi adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya ,dalam    kelompok,dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan,mengirimkan dan    menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain. (Brent D    Ruben )

d.Komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan,diterima     dan diberi arti .(William D Seller )

e.Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara sipengirim dan     sipenerima pesan untuk mengubah tingkah laku.(Dr.Arni Muhammad )

1

f. Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari suatu orang kepada     orang lain,baik langsung maupun tidak langsung,secara tertulis,lisan,maupun bahasa     nonverbal.(Prof.Dr.Husaini Usman )

2.Pengertian Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi menurut Goldhaber (1986 )yaitu,”organizational communications is the process of creating and exchanging messages within a network of interdependent relationship to cope with environmental uncertainty “ atau Komunikasi Organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.Defenisi ini mengandung tujuh konsep kunci yaitu :proses,pesan,jaringan, keadaan saling tergantung,hubungan,lingkungan dan ketidak pastian.

3.Hakekat dan Peran Komunikasi dalam suatu organisasi untuk mewujudkan kinerja     lembaga yang optimal

Sekolah merupakan suatu organisasi yang terdiri dari berbagai komponen seperti : Kepala Sekolah,guru,Komite Sekolah ,siswa ,pegawai dan Yayasan (bagi sekolah swasta ).Jadi yang  akan dibahas dalam makalah ini adalah Hakekat dan Peran Komunikasi dalam suatu sekolah untuk mewujudkan kinerja sekolah yang optimal untuk mencapai tujuan sekolah yang sudah ditentukan.

Fungsi dan peranan komunikasi di sekolah adalah sebagai berikut :

a.Fungsi informatif

Komunikasi sebagai fungsi informatif maksudnya bahwa melalui komunikasi yang baik diharapkan semua pihak di sekolah memperoleh informasi yang baik dan akurat serta tepat waktu,sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.Kepala sekolah sebagai menejer dapat meningkatkan kemampuan menejerialnya untuk memimpin sekolah.Guru sebagai ujung tombak pencapaian tujuan sekolah dapat menambah wawasannya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.Pegawai sekolah sebagai tatausaha sekolah lebih mudah melaksanakan tugasnya tanpa harus dihantui keraguan.Demikian juga dengan siswa   akan lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.

b.Fungsi  Regulatif

Komunikasi sebagai fungsi regulatif di sekolah mencakup peraturan –peraturan yang berlaku di sekolah.Fungsi Regulatif ini dipengaruhi dua hal,yaitu :

  • Atasan ,dalam hal ini Kepala Sekolah yang berwenang mengendalikan semua informasi yang disampaikan,dan memberikan instruksi atau perintah.

2

  • Message atau pesan Regulatif berorientasi pada kerja ,artinya guru maupun pegawai membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

c.Fungsi Integratif

Komunikasi sebagai fungsi integratif merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk menyediakan saluran yang memungkinkan kepala sekolah, guru,siswa dan pegawai melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.Saluran komunikasi ini dapat dibuat seperti buletin,televisi,OHP,infocus maupun hal lain yang dapat membantu efektifitas kinerja sekolah.

d.Fungsi persuasif

Kekuasaan dan kewenangan tidak selalu membawa hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan.Dengan demikian maka kepala sekolah dapat melakukan cara persuasi kepada bawahannya.Hal ini akan menimbulkan kepedulian yang lebih tinggi terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya,sehingga guru maupun karyawan lainnya akan bekerja secara sukarela .Sukarela dalam hal ini bukan berarti tidak digaji tetapi merupakan loyalitas kerja.

e.Fungsi emosi

Komunikasi sebagai fungsi emosi artinya dengan komunikasi yang baik selruh komponen yang ada pada sekolah tersebut dapat mengontrol emosi,ataupun mengendalikan stress.

f.Fungsi Motivasi

Komunikasi sebagai fungsi motivasi artinya bahwa kepala sekolah harus mampu memanfaatkan komunikasi dalam memberi motivasi kepada bawahannya.

g.Fungsi kontrol

Komunikasi juga berfungsi sebagai kontrol terhadap kinerja sekolah.Melalui komunikasi kepala sekolah dapat mengontrol kerja para guru dan pegawai,sehingga mengetahui sebatas mana hasil kinerja sekolah . Contoh Laporan Kerja

Jika fungsi komunikasi di atas  dapat berjalan dengan baik maka kinerja sekolah akan lebih optimal sehingga tujuan sekolah akan lebih cepat tercapai.Untuk mengefektifkan semua fungsi komunikasi ini maka sebaiknya seorang kepala sekolah  membuka komunikasi yang bersifat terbuka.Komunikasi yang bersifat terbuka akan memperlancar proses penyampaian pesan baik dari atasan maupun dari bawahan.

3

C.PERAN KOMUNIKASI DALAM MENGHINDARI KONFLIK DALAM ORGANISASI,BENTUK-BENTUK KONFLIK DALAM ORGANISASI SERTA STRATEGI  MEMECAHKAN KONFLIK DALAM ORGANISASI

A.Peran komunikasi dalam menghindari Konflik Organisasi

Konflik berarti pertentangan,baik pertentangan dengan hati nurani sendiri maupun pertentangan antara dua orang atau lebih di dalam organisasi atau antar organisasi.Konflik terjadi disebabkan berbagai faktor seperti berikut ini :

1.Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian,dan perasaan.Perbedaan ini dapat     menyebabkan terjadinya konflik.

2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda.

3.Perbedaan kepentingan antar individu atau kelompok.

4.Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.Perubahan ini dapat     menyebabkan Konflik sosial akibat pergeseran nilai yang lama ke nilai yang baru.

Hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya Konflik dalam organisasi adalah :

1.SARA (suku,agama,ras dan antar golongan ).Pembedaan sikap terhadap SARA dapat menyebabkan     terjadinya Konflik Horizontal .

2.Persaingan tidak sehat antara anggota organisasi

3.Perbedaan persepsi (constrasting perceptions)

4.Hambatan-hambatan komunikasi

5.Ketidak sesuaian dengan visi,misi,tujuan yang ditetapkan atau terjadinya tindakan curang

6.Kepribadian yang tidak cocok antara satu dengan lainnya (personality clashes)

7.Perbedaan dalam nilai dan keyakinan

Pada lembaga Pendidikan hal tersebut juga dapat terjadi sehingga kinerja sekolah menjadi lambat atau monoton.Untuk meminimalisir hal tersebut maka kepala sekolah harus mengefektifkan Komunikasi,artinya segala sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya konflik haruslah dikomunikasikan dengan baik.Kepala sekolah dalam memberi perintah,membagi tugas/kerja, wewenang,dan tanggung jawab haruslah dikomunikasikan dengan baik bersama bawahannya.Jika hal ini dilaksanakan maka pesan (message) yang ingin disampaikan melalui komunikasi tersebut dapat direkam dan ditafsirkan dengan baik,sehingga menghasilkan feedback yang baik pula yang pada akhirnya dapat meminimalisir atau bahkan menghindari konflik.

4

Agar peran Komunikasi efektif dalam suatu sekolah maka setiap orang yang ada di sekolah ,kepala sekolah ,guru,pegawai,maupun siswa harus meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonalnya,yaitu komunikasi dalam diri sendiri sebab komunikasi dimulai dari diri sendiri dimana pesan mulai dan berakhir dalam diri individu masing-masing.

Untuk dapat mengefektifkan fungsi-fungsi komunikasi maka seorang kepala sekolah harus memiliki komunikasi interpersonal yang kuat.Seperti yang diungkapkan oleh Locke (1997 ) bahwa pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang memiliki keahlian interpersonal yang kuat,mampu berurusan dengan orang banyak,diplomatis serta penuh perhitungan.

Ketrampilan yang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah adalah :

a.Technical skill-ability yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan ,metode,tehnik dan alat yang     diperlukan dalam tugas-tugas tertentu yang didapat dari pendidikan ,pengalaman dan pelatihan.

b.Human skill-ability,yaitu kemampuan untuk bekerja dengan orang banyak,memotivasinya dengan     penerapan kepemimpinan yang efektif

Kepala sekolah sebagai pinpinan harus membuka komunikasi seluas-luasnya kepada warga sekolah dengan membangun suatu proses komunikasi seperti pertemuan-pertemuan,pertemuan guru dengan kepala sekolah,peertemuan antar guru,bahkan pertemuan antar pihak sekolah dengan komite sekolah mapun orang tua.

B.Bentuk-bentuk Konflik

Beragam konflik terjadi dalam organisasi  dan beragam pula penyebabnya.Konflik dapat terjadi dalam lima bentuk yaitu :

1.Konflik dengan diri sendiri/konflik dengan hati nurani sendiri (konflik interpersonal )

Konflik dengan diri sendiri terjadi karena adanya tindakan yang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.Tindakan ini bisa berasal dari kepala sekolah bisa juga berasal dari rekan kerja.Sebagai contoh yang terjadi di Sekolah Dasar yaitu pembatasan nilai terendah dan nilai tertinggi yaitu nilai terendah empat dan nilai tertinggi sembilan,artinya nilai nol diangkat jadi empat dan nilai sepuluh diturunkan jadi sembilan.

2.Konflik diri sendiri dengan orang lain (konflik antar personal )

Sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan yang lainnya selalu akan mengalami konflik dengan orang lain yang terjadi dengan disengaja maupun tidak disengaja.Konflik ini biasanya terjadi karena perbedaan pandangan dan kepentingan terhadap tugas yang dibebankan.Contoh pembagian jam mengajar.Hal ini dapat menyebabkan konflik apalagi pada masa sertifikasi sekarang ini.

5

3.Konflik diri sendiri dengan kelompok

Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kepentingan kelompok dengan kepentingan diri sendiri.Pada lingkungan sekolah hal ini memang jarang terjadi sebab di lingkungan sekolah para guru dan pegawai jarang teerbagi menjadi kelompok- kelompok dalam organisasi.

4.Konflik kelompok dengan kelompok dalam satu organisasi.

Konflik ini terjadi pada organisasi yang terbagi dalam berbagai kelompok atau unit.Misalnya pada sebuah perusahaan,bisa terjadi konflik antar kelompok dalam organisasi seperti kelompok sales dengan kelompok produksi.

5.Konflik antar organisasi.

Konflik antar organisasi terjadi secara umum pada organisasi politik ,karena perbedaan pandangan dan kepentingan sesuai dengan kelompok masing-masing sedangkan pada perusahaan dapat terjadi karena persaingan usaha.Pada lembaga pendidikan konflik ini biasanya terjadi dalam persaingan mutu dan persaingan untuk merekrut murid.

C.Strategi yang efektif dalam memecahkan konflik organisasi

Konflik selalu terjadi di setiap organisasi termasuk organisasi/lembaga pendidikan.Konflik bukanlah sesuatu yang menakutkan ,tetapi konflik dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi suatu asset yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dalam menuntaskan program-program yang direncanakan.

Pengelolaan Konflik dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

1.Disiplin

Kepala sekolah dapat mengelola konflik dengan meningkatkan disiplin di sekolah tersebut,sehingga setiap orang yang ada di sekolah tersebut akan berusaha bekerja sebaik mungkin.Hal ini akan membawa dampak yang signifikan bagi terlasananya program sekolah dan memperkecil ruang bagi munculnya konflik.

2.Pertimbangan pengalaman dalam tahapan kehidupan

Pertimbangan pengalaman  dapat dilakukan untuk mengatasi konflik di dalam sekolah.Pertimbangan ini dilakukan dalam pembagian tugas-tugas yang dibebankan kepada guru,termasuk kepala sekolah.Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu melihat dengan jeli kemampuan yang dimiliki gurunya termasuk pengalamannya dalam bidang pengajaran.Seperti kata pepatah pengalaman adalah guru yang utama.Dengan banyaknya pengalaman guru terhadap bidang yang diembannya akan memperkecil kemungkinan terjadinya konflik.

6

3.Komunikasi

Komunikasi yang baik akan menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang nyaman.Setiap konflik yang muncul di sekolah jika dikomunikasikan dengan baik akan membawa keefektifan kinerja

4.Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan dengan aktif akan memperoleh pesan yang benar,sehingga dapat merumuskan suatu tindakan yang benar pula,baik itu tindakan dalam melaksanakan tugas –tugas yang dibebankan maupun tindakan untuk penyelesaian konflik.

Selain dari itu Frost dan Wilmot seperti yang dinyatakan (Kreps 1986 ) mengidentifikasi empat strategi mengatasi konflik yaitu :

1.Menghindar(avoidance)

2.eskalasi artinya meningkatkan intensitas pertentangan

3.Reduksi artinya menurunkan intensitas pertentangan

4.Pemeliharaan (maintenance) artinya menjaga keseimbangan perbedaan.

D.KAITAN ANTARA KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM      ORGANISASI

a.Pengertian Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan pertukaran pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah (Goldhaber,1986).Defenisi ini mengandung tujuh konsep kunci yaitu:

1.Proses,artinya komunikasi organisasi merupakan pertukaran pesan yang terjadi secara     terus menerus dan tidak ada henti-hentinya.

2.Pesan,artinya dalam proses komunikasi terkandung pesan yang akan disampaikan oleh     komunikator dan yang harus dipahami oleh komunikan.

3.Jaringan,artinya komunikasi berjalan sesuai dengan jaringan atau sistem yang ada dalam     organisasi itu.

4.Keadaan saling tergantung,artinya setiap bagian dari organisasi adalah saling mengalami     ketergantungan dan saling melengkapi.

7

5.Hubungan,artinya  semua orang maupun unit dalam organisasi saling berhubungan satu     sama lain atau dengan kata lain merupakan suatu sistem terbuka.

6.Lingkungan,artinya komunikasi organisasi  dalam membuat keputusan harus     memperhitungkan lingkungan ,baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.

7.Ketidak pastian,artinya komunikasi organisasi harus memberikan informasi sebanyak-    banyaknya tentang sesuatu hal yang menyangkut tugas-tugas yang harus     dilaksanakan.Kekurangan informasi akan menyebabkan ketidakpastian atau keragu-    raguan dalam melasanakan tugas ,sebaliknya jika kita mengetahui banyak informasi yang     akurat tentang sesuatu tugas maka tugas yang akan dilaksanakan akan lebih efektif dan     efisien.

b.Pengambilan keputusan dalam organisasi

Pengambilan keputusan dalam organisasi berarti pemilihan berbagai alternatif tentang sesuatu hal penting yang menyangkut organisasi.Menurut teori yang disampaikan oleh Prof.Dr.J.Salusu MA,(1996) Pengambilan keputusan dalam organisasi adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap suatu masalah,pengumpulan fakta dan data, penentuan alternatif yang matang dan mengambil tindakan yang paling tepat.

Menurut Herbert A.Simon Keputusan dalam organisasi dibagi menjadi dua yaitu :

1.Keputusan terprogram (structured),yaitu keputusan yang bersifat berulang dan     rutin.Contohnya keputusan kenaikan kelas peserta didik,keputusan penetapan gaji     baru,keputusan pengangkatan,keputusan pensiun.

2.Keputusan tidak terprogram (unstructured ),yaitu keputusan yang diambil untuk     menghadapi situasi baru dan rumit.Keputusan ini disebut dengan pemecahan     masalah.Contohnya keputusan yang dibuat untuk menghadapi peristiwa banjir di     sekolah,atau keputusan akibat terjadinya kebakaran.

Menurut para ahli ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam mengambil keputusan,seperti berikut ini :

1.Menurut Mintzberg (1976), ada tiga tahap pengambilan keputusan yaitu: tahap     identifikasi,tahap pengembangan dan tahap pemilihan

2.Menurut Drucker (1993),ada enam langkah mengambil keputusan yaitu :mendefenisikan     masalah , menganalisis masalah , mengembangkan alternatif pemecahan masalah,         memutuskan satu pemecahan masalah terbaik,merencanakan tindakan yang     efektif,memantau dan menilai hasilnya.

3.Menurut Simon (1997),ada tiga tahap pengambilan keputusan yaitu : kegiatan     inteligen,kegiatan desain,dan kegiatan pemilihan.8

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa tahapan dalam mengambil keputusan adalah :

1.Pengenalan dan identifikasi masalah.

2.Mencari solusi pemecahan masalah

3.Mengambil keputusan atau memilih solusi pemecahan masalah yang terbaik dari solusi –    solusi yang ada.

c.Kaitan komunikasi organisasi dengan pengambilan keputusan  dalam organisasi

Berdasarkan uraian di atas terutama tentang tahapan atau proses pengambilan keputusan dalam organisasi dapat kita lihat bagaimana kaitan antara komunikasi organisasi dengan proses pengambilan keputusan ,yang saya rumuskan dalam deskripsi berikut ini.

Komunikasi organisasi adalah merupakan suatu proses pertukaran pesan antar komponen- komponen yang ada dalam organisasi tersebut untuk menyampaikan berbagai informasi tentang organisasi.Komunikasi ini terjadi secara vertikal maupun horizontal dengan tujuan menyamakan persepsi tentang sesuatu hal yang dihadapi atau dibicarakan .Melalui komunikasi ini diharapkan semua komponen organisasi ikut ambil bagian dalam mengambil keputusan dengan menyampaikan pandangan masing-masing,sehingga setiap komponen ikut bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.Keputusan yang diambil setelah dikomunikasikan terlebih dahulu bersama komponen-komponen organisasi akan lebih optimal,karena sukses tidaknya organisasi membuat dan menjalankan keputusan sangat ditentukan oleh pelaksana organisasi tersebut. Jika semua komponen organisasi menjalankan keputusan yang diambil maka keputusan itu akan efektif dan berhasil guna.Jadi efektifitas dan objektivitasnya suatu keputusan organisasi sangat ditentukan oleh sistem komunikasi yang digunakan dalam organisasi itu.

E. FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI YANG TELAH DIJALANKAN DAN PENDEKATAN-PENDEKATAN     YANG DILAKUKAN MANAJEMEN SD ST.ANTONIUS- I MEDAN DILIHAT DARI PENDEKATAN-PENDEKATAN KOMUNIKASI YANG ADA

A..Fungsi komunikasi yang telah dijalankan di SD.ST ANTONIUS MEDAN

1.Fungsi informatif

Fungsi informatif organisasi di SD.ST.Antonius-I Medan pada awalnya berjalan dengan baik.Setiap informasi yang berkaitan dengan sekolah selalu dikomunikasikan terlebih dahulu baik ditingkat manajemen maupun ditingkat karyawan.Rapat diadakan sekali dalam seminggu setiap hari sabtu,sehingga  segala informasi dapat disampaikan pada rapat tersebut.Tetapi pada akhir-akhir ini fungsi informatif tersebut kurang maksimal setelah terjadinya pergantian orang-orang di jajaran manajemen termasuk kepala sekolah.

9

Informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas guru seringkali disebarkan dari mulut-kemulut dan rapat kerja jarang diadakan.Hal ini membuat para guru dan karyawan selalu ragu dalam melaksanakan tugas-tugasnya terlebih yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi dalam menjalankan tugas.Contoh kasus yang baru terjadi yaitu sosialisasi pengawas UASBN.

Kepala sekolah hanya mengumumkan sosialisasi pengawas diadakan di SD.Gajah Mada pada tanggal 30 Maret 2010 jam 14.00 Wib.Tetapi tidak diinformasikan siapa-siapa saja yang ikut mengawas,sehingga guru-guru berangkat dengan membawa keraguan dan ternyata tidak semua guru ikut jadi pengawas UASBN.

2.Fungsi  Persuasif

Fungsi persuasif di sekolah SD.ST.Antonius –I Medan memang sudah dilaksanakan,terbukti adanya pendekatan-pendekatan yang diadakan kepala sekolah walaupun masih belum optimal.Karena pendekatan yang dilakukan terbatas pada orang –orang tertentu saja.

3.Fungsi regulatif

Fungsi regulatif di SD.ST.Antonius Medan berjalan dengan baik.Segala bentuk peraturan yang berlaku selalu disampaikan dan dilaksanakan dengan baik ,sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah walapun tidak seratus persen.Contoh Setiap orang yang ada di sekolah SD.ST.Antonius harus datang tepat waktu tanpa kecuali.Jika terlambat tidak diijinkan masuk , apakah itu guru,maupun siswa.

4.Fungsi Motivasi

Komunikasi sebagai fungsi Motivasi berjalan dengan baik di SD.ST.Antonius.Pihak manajemen sekolah selalu memberi dorongan moral kepada guru-gurunya dengan berbagai cara seperti membangun mental dan spritualitas guru dan siswa lewat retret yang diadakan sekali dalam setahun.

5.Fungsi Kontrol

Komunikasi sebagai fungsi kontrol berjalan baik .Hal ini dapat dilihat dengan terlaksananya laporan-laporan,pembuatan dan pelaporan batas pelajaran setiap hari.Sehingga Kepala Sekolah dapat memantau sampai dimana materi pelajaran yang sudah diajarkan oleh seorang guru.

Pendekatan –Pendekatan Komunikasi Organisasi yang dilakukan di SD.ST.Antonius-I Medan.

Ada tiga pendekatan komunikasi organisasi,yaitu :

1.Pendekatan makro yang terdiri dari memproses informasi dan lingkungan,identifikasi,     integrasi dengan organisasi lain,dan penentuan tujuan.

10

2.Pendekatan mikro yang terdiri dari orientasi dan latihan ,keterlibatan anggota,penentuan     iklim organisasi,supervisi dan pengarahan,kepuasan kerja.

3.Pendekatan individual yang terdiri dari berbicara pada kelompok kerja,menghadiri dan     berinteraksi dalam rapat-rapat,menulis dan berdebat untuk suatu  usulan.

Pendekatan –pendekatan organisasi di atas sebagian besar sudah dilaksanakan di SD.ST.Antonius ,seperti :

1.Pendekatan Makro yang terdiri dari

a.Memproses informasi dan lingkungan.

Manajemen sekolah berusaha terus  untuk mencari informasi dari para orangtua murid  tentang hal –hal yang perlu dibenahi atau ditambah di sekolah untuk kemudian diproses.Contoh banyak orangtua yang menginginkan diadakannya ekskul seperti menari ,sepakbola ,les tambahan dan lain-lain.Keinginan orangtua ini diproses.

b.Identifikasi

Setelah informasi diproses maka manajemen sekolah mengidentifikasi informasi tersebut untuk direalisasikan.Maka dalam empat tahun terakhir ini kegiatan ekskul di SD.ST.Atonius-I medan ,seperti menari,sepakbola dan les tambahan matematika dan sains diadakan.

c.Integrasi dengan organisasi lain.

Untuk mengimbangi persaingan sekolah sekarang ini terutama dalam era globalisasi sekarang , maka SD.ST.Antonius bekerja sama dengan organisasi lain untuk meningkatkan fasilitas sekolah.Hal ini terbukti dengan adanya kerja sama sekolah dengan BSW untuk mengadakan laboratorium komputer,sehingga sekarang anak-anak sudah dapat belajar komputer mulai dari kelas satu sampai kelas enam.

d.Penentuan tujuan

Setelah adanya proses di atas (a,b,dan c) maka ditentukan tujuan.Seperti les tambahan mate-matika bertujuan untuk mempersiapkan anak dalam lomba olimpiade mate-matika tingkat kecamatan, kotamadya,propinsi,dan nasional.Kegiatan ini telah terbukti,dimana pada tahun 2005 yang lalu berhasil menjadi juara dua tingkat nasional olimpiade mate-matika tingkat sekolah dasar.

11

2.Pendekatan Mikro yang terdiri dari :

a.Orientasi dan latihan

Pihak manajemen sekolah hampir setiap tahun memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru-gurunya dengan mendatangkan pakar-pakar dari luar daerah atau dengan mengikuti seminar-seminar.

b.Keterlibatan anggota

Guru-gurukadang dilibatkan dalam sesuatu hal dan kadang tidak dilibatkan.Contonya untuk penyusunan RAPS guru-guru tidak pernah dilibatkan,tetapi untuk pemilahan buku pegangan guru lebih banyak dilibatkan.

c.Penentuan iklim organisasi.

Iklim organisasi sekarang ini di sekolah Antonius kurang mendukung karena berbagai faktor seperti kurangnya kepedulian kepala sekolah terhadapbawahannya,kurangnya komunikasi kepala sekolah terhadap bawahannya,dan kurangnya kepedulian terhadap tugas.

d.Supervisi dan pengarahan

Supervisi dan pengarahan sekarang ini sudah jarang dilakukan setelah adanya pergantian kepala sekolah.

e.Kepuasan kerja

Untuk saat ini para guru di SD.ST.Antonius merasa kurang puas,karena kurangnya kepedulia kepala sekolah terhadap guru dan kurangnya komunikasi.

3.Pendekatan individual yang terdiri dari :

a.Berbicara pada kelompok kerja

Kepala sekolah sering memberi kesempatan untuk berbicara antara kelompok kerja,artinya guru-guru yang bertugas pada kelas yang sama diberikan kesempatan untuk berdiskusi seputar tugas-tugas mereka.Di SD.ST. Antonius ada empat kelas paralel dan bersifat guru kelas,jadi sesama guru kelas enam berdiskusi,begitu juga guru kelas lainnya.

b.Menghadiri dan berinteraksi dalam rapat-rapat.

Seperti yang saya kemukakan terdahulu saat ini setelah pergantian kepala sekolah rapat-rapatpun jarang sekali dilakukan,padahal sebelumnya diadakan rapat sekali dalam seminggu untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kemajuan sekolah bahkan untuk evaluasi pembelajaran yang sudah dilaksanakan pada minggu yang lalu.

c.Menulis

Untuk tulis-menulis atau ketatausahaan disediakan satu orang pegawai.Hal ini kami rasa kurang memadai sebab jika satu orang mengerjakan administrasi untuk empat sekolah rasanya cukup berat,idealnya paling sedikit dua orang pegawai tatausaha.

d.Berdebat untuk suatu usulan

Perdebatan untuk suatu keputusan sepertinya tidak berlaku di SD.ST.Antonius,sebab jika terjadi perdebatan biasanya selalu berpengaruh terhadap guru yang berdebat.

Kesimpulan

Komunikasi dalam organisasi merupakan hal yang mutlak diperlukan.Komunikasi sangat mempengaruhi maju mundurnya suatu organisasi termasuk sekolah.Komunikasi yang baik antara manajemen,kepala sekolah,guru dan tenaga kependidikan akan mengoptimalkan kinerja sekolah.

Komunikasi yang baik antara komponen-komponen yang ada di sekolah juga dapat menghindari terjadinya konflik.

Bentuk-bentuk konflik yaitu:

a.Konflik dengan diri sendiri

b.Konflik diri sendiri dengan orang lain

c.Konflik diri sendiri dengan kelompok

d.Konflik kelompok dengan kelompok dalam satu organisasi

e.Konflik antar organisasi

Konflik dalam organisasi dapat diatasi dengan empat cara  (Frost dan Wilmot ) :

a.Menghindar (Avoidance)

b.Eskalasi

c.Reduksi

d.Pemeliharaan

13

Strategi pengelolaan konflik

a.Disiplin

b.Pertimbangan pengalaman

c.Komunikasi

d.Mendengarkan secara aktif

Fungsi-fungsi komunikasi yaitu :

a.Fungsi informatif

b.Fungsi integratif

c.Fungsi persuasif

d.Fungsi motivasi

e.Fungsi kontrol

f.Fungsi regulasi

Pendekatan-pendekatan komunikasi organisasi yaitu :

1.Pendekatan makro terdiri dari memproses informasi danlingkungan, identifikasi,     integrasi dengan organisasi lain,penentuan tujuan.

2Pendekatan Mikro terdiri dari orientasi dan latihan,keterlibatan anggota,penentuan       iklim organisasi,supervisi dan pengarahan,kepuasan kerja.

3.Pendekatan individual terdiri dari berbicara pada kelompok kerja,menghadiri dan     berinteraksi dalam rapat-rapat,menulis,berdebat untuk suatu tujuan.

Daftar Pustaka

Prof.Dr.Husaini Usman,M.Pd,M.T  Manajemen Teori,Praktik,dan Riset Pendidikan Edisi 3 Bumi Aksara.

Dr.Arni Muhammad,Komunikasi Organisasi  ,Bumi Aksara

Internet

14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: