LANDASAN ILMIAH ILMU PENDIDIKAN

LANDASAN ILMIAH ILMU PENDIDIKAN

  1. Fungsi seni yang hakiki adalah penjelajahan pengalaman jiwa yang terdalam ,sehingga sajian setiap peristiwa kesenian diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat manusia,serta memanusiakan manusia.Bagaimana usaha anda sebagai perancang pendidikan menerapkan hakekat seni dalam kurikulum pendidikan.Berikan jawaban yang komprehensif disertai contoh yang mendukung.

Jawaban

Kurikulum merupakan perencanaan pendidikan yang didalamnya terdapat berbagai komponen yaitu tujuan yang akan dicapai.Seperti kompetensi dasar,dan standart kompetensi .Sebagai perancang pendidikan kita  dapat merancang pendidikan itu dengan berbagai cara didalam kurikulum agar kelihatan menarik,indah,variatif,tidak membosankan, mendalam dan tentunya mengandung pesan moral di dalamnya.Dengan kata lain memasukkan hakekat seni didalam kurikulum.Jadi tidak terfokus hanya ke dalam kognitif semata tetapi harus mengandung unsur seni di dalamnya sebagai variasi pembelajaran.Kurikulum sekarang masih kurang menarik ,karena masih terfokus pada penguasaan materi semata.Untuk itu sebagai perencana pendidikan kita dapat memasukkan hakekat seni dalam kurikulum .Unsur estetika kita masukkan dalam kompetensi dasar.  Contohnya mata pelajaran SAIN,dengan pokok bahasan Pesawat sederhana.Di sini anak anak kita tuntut bukan hanya menghafalkan jenis-jenis peswat sederhana  ,tetapi kita masukkan unsur seninya seperti membuat skemanya,jadi nampak variatip.Dalam hal ini anak-anak sudah menghafal,tidak merasa bosan ,akan lebih mendalam ,lebih menarik perhatian sehingga lebih besar kemungkinannya anak –anak cepat mengerti.

2.Identifikasi masing-masing 3 pemikiran /teori/kriteria dari variabel-variabel pengaruh terhadap pengembangan/perkembangan ilmu pendidikan.Sumber identifikasi tersebut adalah Psychologi filsafat , sejarah,dan sosial

Jawab

a.Psychologi

  • Teori Pengaitan dari EdwardL.Thorndike,mengatakanbelajar pada manusia dan hewan menurut prinsipnya sama yaitu belajar merupakan peristiwa terbentuknya ikatan(asosiasi) antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus dengan respon yang diberikan atas stimulus tersebut.
  • Teori penguatan B.F.Skinner.Teori belajar yang dikemukakan menggunakan hewan sebagai percobaan.Dari percobaannya Skinner menyimpulkan bahwa kita dapat membentuk tingkahlaku manusia melalui pengaturan kondisi lingkungan dan penguatan.Penguatan ini dibagi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif.
  • Teori Hirarki Belajar dari Robert M.Gagne,mengatakan belajar merupakan perubahan tingkah laku yang kegiatan belajarnya mengikuti suatu hierarki kemampuan yang dapat diobservasi dan diukur.Oleh karena itu  teori ini dikenal dengan teori hierarki belajar.Gagne membagi belajar dalam 8 tipe yaitu belajar sinyal,stimulus-respon,rangkaian gerak,rangkaian verbal,memperbedakan,pembentukan konsep,dan pemecahan masalah.

b.Filsafat

  • Esensialisme yaitu masbah pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoritik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.Esensialisme berpendapat bahwa perubahan merupakan kenyataan yang tidak dapat diubah dalam kehidupan sosial.
  • Perenialisme,yaitu aliran pendidikan yang mengutamakan bahan ajar konstan (perenial) yakni kebenaran,keindahan,cinta kepada kebaikan universal.
  • Pragmatisme dan progresifme yaitu aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis di bidang pendidikan,aliran ini  melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional

c.Sejarah

  • Konsep pendidikan Realisme (Francis Bacon abad-17),pandangan Bacon terhadap pendidikan diarahkan pada realita alam serta hal-hal praktisnya, alam lingkungan merupakan sumber pengetahuan yang bisa didapat lewat indra,metode yang digunakan induktif,mengembangkan pengetahuan dengan eksperimen-eksperimen,dan pengunaan bahasa daerah lebih diutamakan.

Prinsip pendidikan yang berkembang pada waktu itu ,yang dirumuskan oleh Bacon dan pengikutnya yaitu

  1. Pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran
  2. Pendidikan harus menekankan aktifitas sendiri
  3. Penanaman pengertian lebih penting dari hafalan
  4. Pelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak
  5. Pengetahuan diperoleh dengan metode induksi
  6. Semua anak mendapat kesempatan yang sama dalam belajar.
  • Paham Rasionalis bertujuan untuk memberikan kekuasaan bagi manusia untuk berfikir sendiri dan bertindak untuk dirinya sehingga latihan –latihan diperlukan untuk memperkuat akal atau rasio .Akal merupakan sumber pengetahuan ,dengan akal masyarakat Prancis dapat menumbangkan kekuasaan raja prancis yang absolut.
  • Naturalis (J.J.Rousseau),menginginkan keseimbangan antara kekuatan rasio dan hati,dan menentang kehidupan yang tidak wajar akibat dari Rasionalisme seperti gaya hidup yang diperhalus,hidup yang dibuat-buat sampai dengan korupsi.Ada 3 azas mengajar yang dikemukakan Rousseau,yaitu
  1. Azas pertumbuhan,yaitu memberi kesempatan anak untuk bertumbuh.
  2. Azas aktivitas,yaitu melalui bekerja anak –anak akan aktif,memberikan pengalaman yang akan menjadi pengetahuan.
  3. Azas individualitas,yaitu menyiapkan pendidikan sesuai dengan individualitas masing-masing anak sehingga mereka berkembang menurut alamnya sendiri.

d.Sosial

Landasan sosial adalah merupakan landasan atau dasar yang dilihat dari sosiologis masyarakat yang berkenan dengan perkembangan, kebutuhan,dan karakteristik masyarakat.Ruang lingkup yang dipelajari dalam sosiologi pendidikan yaitu:

  1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain
  2. Hubungan kemanusiaan
  3. Pengaruh sekolah dengan prilaku anggotanya
  4. Sekolah dalam komunitas yang mempelajari pola interaksi antar sekolah dengan kelompok sosial lain dalam komunitasnya.

Geoge Ritzer mengatakan paradigma sosiologi merupakan ilmu pengetahuan berparadigma ganda.George Ritzer mengemukakan adanya tiga paradigma dalam disiplin sosiologi,yaitu ;paradigma fakta sosial ,defenisi sosial dan perilaku sosial.

Max Weber menganalisa bahwa tindakan sosial adalah merupakan model yang menyatukan para penganut paradigma.Bagi Weber persoalan pokok adalah bagaimana memahami tindakan sosial dalam interaksi sosial yang penuh arti.

3.Kehadiran UU Dosen dan Guru memberikan perlindungan hukum kepada dosen dan guru dalam melaksanakan fungsi dan kinerjanya baik sebagai unsur pendidikan ,maupun sebagai unsur warga negara.Bagaimanakah peran guru dalam memacu kreativitasnya untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

Jawab

Peran guru dalam memacu kreativitasnya untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik yaitu:

  • Merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
  • Meningkatkan dan mengembangkan kwalivikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan  ilmu pengetahuan ,tehnologi dan seni.
  • Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin ,agama ,suku ,ras dan kondisi fisik tertentu,atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
  • Menjungjung tinggi peraturan perundang-undangan,hukum dan kode etik guru,serta nilai-nilai agama dan etika
  • Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Dari uraian di atas seorang guru tidak lagi hanya menyampaikan ide-ide semata tetapi lebih dari itu harus menjadi wakil dari suatu cara hidup yang kreatif,simbol kedamaian dan ketenangan,serta bersifat inovatif agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

4.Katakan saat ini sistem pendidikan indonesia telah bergeser dari beorientasi pada guru menjadi berorientasi pada peserta didik.Ajukan langkah-langkah perubahan yang anda rancang untuk peran guru ,siswa dan materi pelajaran agar siswa dapat bersaing pada abad ke-21

Jawab

Peranan Guru,siswa dan materi pelajaran agar siswa mampu bersaing pada abad ke- 21,yaitu :

  • Guru

Guru sebagai fasilitator harus mampu mengikuti kemajuan tehnogi informasi sekarang ini ,sehingga lewat penguasaan tehnologi itu seorang guru dapat memfasilitasi siswa dalam belajar .

Guru harus mampu mengarahkan anak ke arah penemuan atau pengembangan daya cipta anak dan bukan lagi sekedar hafalan materi.Jadi siswa diarahkan untuk mencipta.

Guru mendorong /membangkitkan kreatifitas anak dalam belajar bukan lagi menyuapi anak dengan segudang materi ajar.

  • Siswa

Siswa bukan lagi menghafal materi atau pendengar tetapi harus menjadi seorang pencari ilmu ,artinya anak didik tidak lagi pasif menunggu perintah guru tetapi harus aktif dan kreatif untuk mencari ilmu itu .Dengan demikian siswa akan lebih banyak menggunakan daya nalarnya dari pada daya hafalnya (daya ingat )

  • Materi

Materi ajar harus disesuaikan dengan kemajuan zaman dan kebutuhan pasar terutama didaerah tersebut sesuai dengan otonomi daerah sekarang ini.

5.Di masa depan ,bagaimana kita mendidik anak –anak kita akan terbukti lebih penting dari pada seberapa banyak kita mendidik anak kita.Analisis pernyataan ini dan beri contoh sebagai landasan proses perbaikan pendidikan.

Jawab

Pernyataan di atas menyatakan bahwa bagaimana kita mendidik anak lebih penting dari pada berapa banyak kita mendidik anak ,artinya bahwa kwalitas mendidik lebih penting dari kwantitas didikan.Tentunya hal ini menyangkut cara,metode ataupun strategi yang kita pakai dalam mendidik anak.Banyaknya jumlah pertemuan terhadap anak tidak dapat menjadi jaminan akan keberhasilan kita  dalam mendidik apalagi jika tidak dilaksanakan dengan benar,tetapi lebih ditentukan bagaimana kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang tersedia dengan baik.

Contoh yang pernah saya alami seperti berikut:

Setiap hari ketika berbaris kami anjurkan agar anak-anak menjaga kebersihan sekolah,membuang sampah pada tempatnya,tetapi    anak –anak  tidak pernah mengindahkannya.Sampah selalu berserakan dimana-mana, semua himbauan yang kami berikan seolah berlalu begitu saja.Melihat hal ini maka kami mencari cara lain untuk mengatasi sampah tersebut,yaitu mengganti perintah menjadi ajakan.Kami mengajak anak mengutip sampah dan membuangnya ke tong sampah,artinya guru juga pada tahap awal ikut serta mengutip sampah sambil mengajak anak-anak,lama-kelamaan tanpa diajak anak-anak sudah sadar dan selalu membuang sampah pada tempatnya .Jadi guru tidak hanya pandai berkata tetapi juga harus melakukan.Melalui contoh ini jelaslah bahwa cara mendidik lebih penting dari pada seberapa banyak kita mendidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: