ONTOLOGI ,EPISTEMOLOFI,AKSIOLOGI ILMU

A.Ilmu bebas nilai maksudnya adalah

setiap kegiatan yang dilakukan hendaklah didasarkan pada hakekat ilmu itu sendiri  dan terlepas dari campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu.Ilmu harus bebas dari pengaruh kekuasaan ,politik, dogma agama dan lai-lain.Tugas para ilmuwan adalah mengembangkan ilmu sedangkan penggunaannya tergantung pada penggunanya. Dengan adanya otonomi ilmu ini maka para ilmuwan akan lebih leluasa mengembangkan ilmu itu sendiri.Sebagai contoh seorang ilmuwan menemukan nuklir .Ilmu ini harus bebas dari penggunaannya ,apakah digunakan untuk  mengangkat martabat kemanusiaan atau justru sebaliknya menyengsarakan manusia.

B. Ilmu tidak bebas nilai maksudnya adalah

Setiap ilmu tidak terlepas dari nilai –nilai kemanusiaan.Ilmu harus  ditujukan untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakikat kemanusiaan.Dalam tahab pengembangan konsep ilmu dihadapkan dengan masalah moral,yaitu masalah moral ditinjau dari ontologinya ,masalah moral ditinjau dari epistemologi,dan maslah moral ditinjau dari aksiologinya.Sebagai contoh seorang ilmuwan mengembangkan ilmu kedokteran ,dari kedokteran umum  dikembangkan menjadi spesialis bedah .

Dalam hal ini muncul masalah moral terhadap objek yang harus diteliti yaitu manusia yang akan dibedah(ontologis),muncul pula masalah moral terhadap cara memperoleh ilmu itu sendiri  yaitu  metode atau eksperimen yang harus dilakukan terhadap manusia(epistemologi) dan masalah moral terhadap kegunaannya yaitu  untuk kebaikan manusia atau disalahgunakan menjadi jual beli organ tubuh manusia. Setiap ilmuwan mempunyai tanggung jawab moral atas penemuannya ,jika dirasa penemuan itu dapat merusak hakikat kemanusiaan maka penelitian harus dihentikan.

Hal-hal  yang menyangkut INTUISI ,yaitu :

1.Waktu

Biasanya intuisi muncul secara tiba-tiba dan tanpa proses berpikir yang berliku-liku.

2.Kebenaran

Keputusan , ide,perasaan,maupun kebiasaan yang dihasilkan melalui intuisi biasanya selalu benar.

3.Kebiasaan

Bila kita amati kebiasaan pada diri kita bisa menjadi suatu jawaban terhadap sesuatu hal .Contoh ada orang biasanya jika bersin-bersin akan demam,ada juga orang bila bersin-bersin katanya sedang dirindukan seseorang.

4.Perasaan

Persaan –perasaan yang muncul dalam diri kita dalam kehidupan sehari-hari  dapat menjadi jawaban atas sesuatu hal yang akan terjadi.Contohnya kebiasaan yang terjadi dalam diri kita, jika perasaan kita tidak enak  mau berangkat kesuatu tujuan akan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan biasanya perasaan ini muncul dengan tiba-tiba.

5.Fikiran

Kebuntuan fikiran sering memunculkan intuisi yang menjadi jawaban atas permasalahan yang kita hadapi yang muncul secara spontan.Dalam berfikir ini membutuhkan konsentrasi,dan ketika kita konsentrasi bisa muncul intuisi.

Dari  uraian di atas maka jelaslah bahwa intuisi ini penting untuk dibahas ,sebab intuisi dapat digunakan untuk membantu menemukan  kebenaran dan membantu memecahkan suatu masalah yang kita hadapi.

Kebenaran ilmiah adalah suatu kebenaran yang dilihat berdasarkan kerangka ilmiah,artinya suatu pernyataan itu dianggap benar apabila dapat dibuktikan dan dipertanggunjawabkan secara ilmiah.Kebenaran ilmiah dapat dilihat dari ciri-ciri berikut , yaitu :

a.Bersifat objektivitas,artinya bahwa sesuatu pernyataan itu benar bila sesuai     dengan realita objeknya.

b.Suatu pengetahuan itu diperoleh melalui prosedur tertentu dandengan     metode ilmiah.

c.Kebenaran ilmiah tidaklah permanen tetapi berusaha untuk mendekati     kebenaran dari objeknya (ilmu-alam ) atau intersubjektif ( ilmu-ilmu sosial )

d.Kebenaran ilmiah ,validitasnya bersifat hipotesis,relatif dan koeksistensi

Ada beberapa teori tentang kebenaran,yaitu:

1.Teori Korespondensi yaitu suatu teori dinyatakan benar apabila        berkoresponden dengan fakta atau pernyataan yang ada atau objek yang        dituju.

2.Teori kebenaran Koherensi,yaitu suatu pernyataan benar apabila konsisten dengan pernyataan –pernyataan terdahulu yang kita terima dan kita ketahui kebenarannya atau arti yang dikandung koheren dengan pengalaman kita.

3.Teori Pragmatisme,yaitu suatu teri atau dalil benar jika teori itu bermanfaat atau fungsional bagi kehidupan kita.

4.Teori Konsensus yaitu suatu teori benar apabila teori itu berdasarkan paradigma atau perspektif tertentu dan komunitas ilmuwan mendukung paradigma tersebut.                                                                                       5.Agama sebagai teori kebenaran yaitu suatu teori benar jika sesuai dengan ajaran agama.

Metode –metode yang dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan yaitu:

1.Metode induktif yaitu suatu metode yang menyimpulkan sesuatu pernyataan pernyataan hasil observasi ke pernyataan yang lebih umum.(khusus ke umum)

2.Metode deduktif yaitu suatu metode yang menyimpulkan data empirik  yang diolah lebih lanjut dalam sistem pernyataan yang runtut.(umum ke khusus)

3.Metode Positivisme yaitu suatu metode  yang berpangkal pada hal-hal yang sudah diketahui,faktual dan positiv.

4.Metode Kontemplatif yaitu suatu metode yang mengatakan adanya keterbatasan indera dan akal manusia  untuk memperoleh pengetahuan,sehingga perlu dikembangkan suatu kemampuan  akal yang disebut intuisi.

5.Metode Dialektis yaitu metode berupa logika yang mengajarkan kaidah kaidah dan metode penuturan juga analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam pandangan.Para pemikir positivisme logis mengatakan bahwa  tugas utama filsafat adalah merumuskan suatu kriteria yang dapat membedakan antara pernyataan yang memadai dengan pernyataan tidak memadai atau dengan kata lain mereka ingin membuat suatu rumusan atau aturan –aturan korespondensi dimana observasi langsung dapat dilakukan untuk menguji suatu pernyataan dan ingin menjernihkan konsep-konsep abstrak yang digunakan dalam fisika seperti massa dan konsep energi.Salah satu kriteria yang dirumuskan adalah verifikasi,yaitu suatu pernyataan dianggap memadai apabila pernyataan itu dapat diverifikasi secara empiris.Contohnya  jika warna sebuah sepatu saya katakan merah maka ketika orang lain menemukannya  juga harus merah. Jika pernyataan yang saya ucapkan tadi tidak dapat diverifikasi maka pernyataan saya yang mengatakan sepatu itu merah tidak memadai.Jadi teori positifisme beranggapan bahwa semua pengetahuan didapatkan dari pengidraan.

Argumentasi para pemikir positivisme ini dikecam (dikritik ) oleh para pemikir lain seperti Karl Popper dengan teori –teorinya yang mengatakan pentingnya proses falsifikasi di dalam perumusan dan perubahan suatu teori.

Kritikan yang lebih signifikan adalah kritikan yang disampaikan oleh Thomas Kunh yang mengatakan bahwa perubahan radikal di dalam ilmu pengetahuan hanya dapat terjadi ,jika seluruh pandangan dunia yang ada ternyata sudah tidak lagi memadai dan digantikan oleh yang lain.Bunyi kritik yang disampaikan terhadap teori postivisme logis kira – kira demikian ,bahwa teori positivisme logis yang menganggap dirinya ilmiah, tetapi sebenarnya tidak ilmiah.

Perkembangan manusia menurut Alqur’an dan Alkitab adalah berkembang secara linier dan tidak menyebar.

Perkembangan manusia pada zaman peradaban Mesir dan Messopotamia dimulai sejak zaman Neolitikum (8000-7000 SM)

Perkembangan manusia berarti perkembangan sosial dan budaya manusia yang tentunya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan

Ada dua paradigma besar yang melandasi perkembangan filsafat,yaitu :

a.Paradigma yang dirumuskan oleh para filsuf Yunani kuno terutama Aristoteles.Paradigma ini memperoleh kritikan tajam  dan selanjutnya digantikan oleh Paradigma Newtonian.Pergantian ini disebut sebagai lahirnya ilmu pengetahuan modern.

b.Paradigma Newtonian yang kemudian berkembang dan digantikan oleh teori kuantumdan teori relativitas.

Perkembangan ilmu pada zaman Yunani Kuno

Secara umum fisafat ilmu pada zaman ini didominasi oleh karya-karya Socrates,Plato,dan Aristoteles.Sebelum Socrates ada beberapa filsuf yang terkenal yang disebut dengan fisuf – pra Socratik,yang merefleksikan hakekat dari realitas yang didasarkan pada pengamatan atas alam.Merka adalah Thales,Herakleitos,Leukippos dan Demokritos.

Thales (abad ke-6 SM ) berpendapat bahwa seluruh alam dan realitas ini dapat difikirkan dalam suatu elemen.Elemen utama penyusun realitas ini adalah sesuatu yang cair yaitu air.

Herakleitos(abad ke-6) berpendapat bahwa esensi dari realitas adalah perubahan,artinya segala sesuatu sesungguhnya tidaklah ada yang permanen.

Leukippos dan Demokritos(abad ke-5) mengemukakan teori tentang atom,yang intinya adalah seluruh realitas dibentuk oleh sebuah partikel yang sangat kecil dan ada ruang kosong yang memisahkan antara partikel yang satu dengan partikel lainnya.

Plato mengatakan semua benda yang kita lihat merupakan tiruan dari realitas yang lebih abadi dan murni.

Aritoteles (385-322 BC) berpendapat bahwa pengetahuan tentang dunia datang melalui pengalaman yang kemudian ditafsirkan oleh rasio.Bagi Aristoteles Pengetahuan adalah sesuatu yang berkembang dari persepsi dan pengalaman kita akan realitas yakni dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari pengalaman indrawi kita.

Archimedes(287-213 BC) menemukan alat pengungkit seperti derek dan katrol dan tingkat kemurnian suatu substansi .

Para filsuf pra-sockratik banyak berefleksi secara spekulatif tentang hakekat dari realitas dan dunia.Pada zaman ini berkembang pola fikir yang sistematis dan penerapa ilmu pengetahuan ke dalam dunia praktis.

Perkembangan ilmu pada Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan ilmu pengetahuan dan filsafat didasarkan pada iman kepada Tuhan  dan dibawah otoritas agama,karena peneguhan iman serta pengembangan otoritas agamalah yang menjadi tujuan dari ilmu pengetahuan dan filsafat.Refleksi filsafat abad pertengahan mengalami perkembangan yang sangat gemilang terutama karena keberadaan Thomas Aquinas  (1225-1274 ),Duns Scotus (1266-1308 ) dan William dari Ockham (1285-1349 ).Filsafat alam yang dikemukakan oleh Aristoteles diajarkan di seluruh eropah.Hal ini menjadi persiapan untuk perkembangan selanjutnya di dalam dunia filsafat maupun ilmu pengetahuan.Perkembangan ilmu pengetahuan pada abad 17 dan 18 merupakan suatu pembrontakan terhadap paradigma filosofis yang bersifat otoritatif dan dominan yang didasarkan pada pemikiran Aristoteles.Kebutuhan akan suatu metode yang prinsipil dan penapsiran atas bukti-buktilah yang mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan modern

Dengan munculnya Renaisance dan gerakan reformasi di dalam gereja ,muncullah penerimaan umum terhadap kapasitas rasio manusia  dan kemampuannya untuk bersikap kritis  terhadap ide-ide otoriter yang sudah ada sebelumnya.

Francis Bacon (1561-1626 ) menjadi perumus pertama dari apa yang nantinya menjadi norma umum di dalam metode ilmiah,yakni bahwa semua bentuk pengetahuan  harus didasarkan  pada bukti-bukti dan eksperimen.Dengan metode ini  dia menolak pendekatan Aristoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki sebab pertama dan tujuan final.Para ilmuwan modern pertama yakin bahwa semua kemajuan dalam ilmu pengetahuan akan memberi keuntungan bagi manusia.

Filsafat secara umum di bagi dalam tiga kelompok berdasarkan bidang kajiannya,yaitu metafisika (ontologi ),epistemologi,dan aksiologi.

Metafisika

Metafisika adalah cabang fisafat yang membahas tentang keberadaan atau eksistensi .Archi J Bahm mengatakan bahwa metafisika merupakan  suatu penyelidikan  pada masalah perihal keberadaan.Bahm menegaskan bahwa suatu kegiatan baru dapat dikatakan sebagai ilmu apabila mencakub enam karakteristik yaitu problem,sikap,metode,aktivitas,pemecahan dan pengaruh.

Epistemologi

Epistemologi  secara etimologis berarti teori pengetahuan.Istilah lain yang setara dengan epistemologi ialah :

a.Kriteriologi yaitu membicarakan tentang ukuran kebenaran pengetahuan

b.Kritik pengetahuan yaitu pembahasan mengenai pengetahuan secara kritis.

c.Gnosiology yaitu mengenai pengetahuan yang bersifat ilahiah

d.Logika yaitu mengenai pembahasan logis dari segi isinya,sedangkan logika formal  lebih menekankan pada bentuknya.

Epistemologi membahas tentang asal usul pengetahuan ,peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan ,hubungan antara pengetahuan dan kebenaran.

Bahm menyebutkan 8 hal yang berfungsi membentuk struktur fikiran manusia,yaitu : mengamati,menyelidiki,percaya,hasrat,maksud,mengatur,menyesuaikan,dan menikmati.Pengetahuan ilmiah memiliki beberapa ciri pengenal ,yaitu :berlaku umum,mempunyai kedudukan mandiri (otonom),mempunyai dasar pembenaran,sistematik,intersubjektif.

Pengetahuan dipandang dari jenis pengetahuan yang dibangun :

1.Pengetahuan biasa

2.Pengetahuan ilmiah

3.Pengetahuan filsafati

4.Pengetahuan agama.

Pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karekteristiknya,yaitu :

1.Pengetahuan indrawi

2.Pengetahuan akal budi

3.Pengetahuan intuitif

4.Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif

Aksiologi

Aksiologi membahas tentang nilai.Teori tentang nilai merupakan penyelidikanmengenai kodrat,kriteria dan status metafisik dari nilai.

Runes mengatakan ada empat problem utama aksiologi,yaitu :

1.Kodrat nilai

2.Jenis-jenis nilai

3.Kriteria nilai

4.Status metafisik nilai

Salah satu cabang aksiologi ialah etika ,yang dibagi menjadi dua yaitu etika umum dan etika khusus,dan etika umum dan etika khusus berkembang lagi menjadi beberapa cabang.

Etika umum berkembang menjadi prinsip moral dasar.Etika khusus berkembang menjadi etika individual dan etika sosial.

Secara umum ilmu dibagi menjadi dua yaitu

1.Ilmu alam

2.Ilmu sosial

Ilmu alam berkembang menjadi beberapa cabang yaitu ilmu bumi yang terdiri dari :

1.Ilmu Geologi yang berkembang menjadi mineralogi,petrologi,geokimia,     paleontologi.

2.Geofisika

3.Geodesi

4.Oseanografi

5.Glasiologi yang terbagi lagi menjadi miteorologi dan klimatologi

Kimia  berkembang menjadi biokimia,kimia anorganik,kimia organik,kimia fisika,kimia teori, dan kimia nuklir

Astronomi berkembang menjadi astrometri,kosmologi,fisika galaksi,astronomi ekstra galaksi,ilmu planet,fisika bintang, evolusi bintang.

Biologi berkembang menjadi botani,Zoologi.Botani berkembang menjadi Pteridologi,briologi,dendrologi,poaleobotani,sedangkan zoologi berkembang menjadi nematologi,malakologi,entomologi,iktiologi,herpetologi,ornitologi,dan mamologi.

Ilmu –ilmu bidang kedoteran

  1. Patologi yang berkembang menjadi ilmu penyakit dalam,veneorologi,obstetri.
  2. Onkologi berkembang menjadi forensik,molekuler,klinik,gigi
  3. Periodonti
  4. Ginekologi
  5. Radiologi
  6. Gerontologi

Ilmu sosial berkembang menjadi ilmu politik,ilmu hukum,administrasi dan ekonomi.Ilmu hukum berkembang menjadi hukum pidana ,perdata ,dagang, ekonomi,hukum internasional.

Humaniora yaitu berupa ilmu tentang seni juga mengalami perkembangan menjadi seni rupa ,seni tari,seni ukir ,seni drama,seni suara.

Jadi dari uraian di atas semua ilmu pada umumnya mengalami perkembangan .Tetapi ilmu terapan nampaknya mengalami perkembangan yang kebih cepat dari cabang-cabang ilmu lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: