Landasan Ekonomi Pendidikan

Landasan Ekonomi Pendidikan Indonesia

A.Landasan Ekonomi

Seperti kita ketahui ada beberapa landasan pendidikan Indonesia diantaranya landasan hukum yaitu UUD’45,landasan filsafat yaitu Panca sila ,landasan sejarah ,landasan sosial budaya,landasan psikologi,dan landasan ekonomi.Landasan ekonomi membahas tentang peeran ekonomi ,fungsi,peranan produksi,dan efektifitas biaya pendidikan.Faktor ekonomi bukanlah peran utama dalam pendidikan tetapi salah satu faktor yang cukup berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan indonesia.Pemerintah indonesia sekarang ini lagi giat-giatnya membangun pendidikan,yang walaupun tetap masih mengutamakan pembangunan ekonomi.Perkembangan ekonomi makro juga mempengaruhi perkembangan pendidikan.Pada saat sekarang ini sudah banyak orang yang mampu rela menjadi bapak angkat bagi anak-anak yang kurang  mampu agar anak-anak tersebut dapat bersekolah.Sikap dan tindakan para dermawan ini juga telah membantu program pemerintah untuk menyukseskan program wajib belajar 9 tahun. Perkembangan lain yang menggembirakan dibidang pendidikan adalah terlaksananya sistem ganda dalam pendidikan .Sistem ini bisa berlangsung pada sejumlah lembaga pendidikan ,yaitu kerja sama antara sekolah dengan

1

pihak usahawan dalam proses belajar-mengajar berkat kesadaran para pemimpin perusahaan atau industri akan pentingnya pendidikan.

Implikasi lain dari keberhasilan pembangunan ekonomi secara makro ialah munculnya sejumlah sekolah unggul yang didirikan oleh para konglomerat yang berada di Indonesia.Secara umum sekolah ini lebih unggul dalam sarana dan prasarana pendidikan  serta penggajian yang lebih baik.

Program belajar yang disajikan lebih beragam dan proses belajarnya juga lebih baik.  Kebijakan –kebijakan dan program-program dari sekolah unggul ini tidaklah sama satu sama lain,namun demikian diharapkan untuk tidak pilih kasih dalam menerima calon siswa ,artinya setiap calon siswa darimanapun asalnya harus diterima asalkan calon siswa tersebut mampu memenuhi segala peraturan yang berlaku umum disekolah itu.Begitu pula dalam proses  belajar-mengajarnya hendaklah lebih baik dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya yang tidak diunggulkan.Melalui proses pembelajaran yang lebih baik ini diharapkan akan menghasilkan lulusan yang lebih bermutu pula.Bermutu dalam ilmu pengetahuan ,terlebih lagi bermutu dalam sikap maupun etika sehingga tercapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD’45.

2

Ekonomi memegang  peran yang penting dalam kehidupan seseorang ,walaupun orang itu sudah menyadari bahwa  kehidupan yang gemerlapan tidak menjamin kebahagiaan.Di samping itu masih banyak keluarga indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan,sehingga dalam kesehariannya masih sibuk bergelut untuk mencapai tingkat ekonomi yang  lebih baik.Peranan ekonomi  sangatlah tinggi bagi seseorang ,keluarga ,bangsa , negara bahkan dunia.Demikian pula halnya dengan suatu lembaga pendidikan secara umum akan lebih baik dan lebih bermutu jika tingkat ekonomi atau kemampuan pembiayaan lembaga itu lebih baik.

Kondisi sekolah di indonesia saat ini memang sangatlah memperihatinkan ,baik kondisi fisik maupun kondisi sosial ekonomi dari para tenaga pendidik dan kependidikannya.Hal ini disebabkan keadaan ekonomi indonesia yang belum mampu memberi kontribusi yang lebih besar,disamping kondisi etika dan moral para pelaku pendidikan yang belum dapat diandalkan.

B.Fungsi Produksi Dalam Pendidikan

Fungsi produksi dalam pendidikan maksudnya adalah hubungan antara output dan input dari pendidikan itu sendiri.Suatu lembaga pendidikan dikatakan produktif apabila lembaga itu mampu menjaga keseimbangan antara output dan inputnya.

3

Menurut Thomas fungsi produksi pendidikan di bagi menjadi 3 bagian yaitu :

1.Fungsi produksi administrator

2.Fungsi produksi psikologi

3.Fungsi produksi ekonomi.

Pada fungsi produksi administrator yang dipandang sebagai input adalah segala sesuatu yang menjadi wahana dan proses pendidikan .Input yang dimaksud adalah :

1.Prasarana dan sarana belajar

2.Perlengkapan belajar,media dan alat peraga baik didalam     kelas maupun di luar kelas.

3.Buku-buku dan bentuk material lainnya seperti film     ,disket,dan sebagainya.

4.Barang-barang habis pakai seperti zat-zat     kimia,kapur,kertas ,dll

5.Waktu guru bekerja dan personalia lainnya yang dipakai     dalam memproses peserta didik.

Sedangkan yang dimaksud dengan output pada fungsi produksi ialah : semua bentuk layanan dalam memproses peserta didik.

Dengan demikian baik input maupun output pada fungsi administrator ini dapat dihitung  dengan uang.

4

Pada fungsi produksi psikologis yang dianggap input sama seperti input pada fungsi produksi administrator.Tetapi yang dianggap outputnya adalah seperti berikut ini :

1.Peningkatan kepribadian

2.Pengarahan dan pembentukan sikap

3.Penguatan kemauan

4.Peningkatan estetika

5.Penambahan pengetahuan,ilmu dan tehnologi.

6.Penajaman pikiran

7.Peningkatan pikiran

Suatu lembaga pendidikan dinyatakan berhasil dari segi fungsi produksi psikologis jika harga inputnya sama atau lebih kecil dari harga outputnya.

Fungsi produksi yang ketiga adalah fungsi produksi ekonomi yang inputnya adalah sebagai berikut :

1.Semua biaya pendidikan seperti pada input fungsi produksi    administrator.

2.Semua uang yang dikeluarkan secara pribadi untuk    keperluan pendidikan seperti uang    saku,transportasi,membeli buku,alat tulis,dan sebagainya.

5

3.Uang yang mungkin diperoleh lewat bekerja selama belajar     atau kuliah ,tetapi tidak dapat sebab waktu tersebut     dipakai untuk belajar atau kuliah.Uang seperti ini disebut     opportunity cost.

Sama halnya dengan kedua fungsi terdahulu ,fungsi produksi ekonomi inipun  akan dipandang baik manakala harga inputnya sama atau lebih kecil dari harga outputnya.

Dengan demikian ,fungsi produksi ekonomi ini akan bisa diaplikasikan dengan baik,bila ada jaminan bahwa para peserta didik segera bekerja setelah ia lulus.Dalam masa pembangunan  indonesia sekarang ,pengembangan prilaku ekonomi mendapat tempat yang strategis,dengan munculnya kebijakan links and match.

Kebijakan link and match adalah suatu kebijakan dimana dunia pendidikan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan pasaran kerja ,yang mencakup mutu ,jumlah dan jenisnya.Dari uraian di atas maka jika pembangunan di Indonesia mengutamakan pembangunan ekonomi seperti sekarang ini ,maka pembangunan pendidikan juga harus diberi perhatian yang lebih besar,terutama dananya disamping  mengatur sistem ,struktur,kurikulum dan jumlah serta jenis pendidikannya.Fungsi produksi ekonomi ini berkaitan erat dengan marketting di dunia pendidikan.

6

Marketting adalah analisis,perencanaan,implementasi dan pengawasan untuk memberikan perubahan nilai,dengan target pasar tujuan lembaga pendidikan.

Marketting mencakup :

  • Mendesain penawaran
  • Menentukan kebutuhan atau keinginan pasar ,dalam hal ini calon peserta didik
  • Menetukan harga efektif ,mengadakan komunikasi,distribusi dan meningkatkan motivasi serta layanan.

C.Ekonomi Pendidikan.

Sebagai tempat pembinaan,pendidikan tidak  memandang ekonomi sebagai pemeran utama seperti dalam dunia bisnis.

Namun demikian faktor ekonomi juga merupakan hal yang sangat penting .

Faktor yang paling menentukan maju mundurnya  atau bahkan hidup matinya suatu lembaga pendidikan adalah dedikasi,keahlian dan ketrampilan pengelola dan guru-gurunya.

Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan adalah untuk menunjang kelancaran proses pendidikan.Fungsi ekonomi bukanlah modal yang akan dikembangkan dalam dunia pendidikan dan bukan untuk mendapatkan keuntungan.

7

Kegunaan ekonomi dalam dunia pendidikan terbatas pada hal-hal berikut :

1.Untuk membeli segala keperluan pendidikan yang tidak     dapat dibuat sendiri atau bersama siswa,orang tua,     masyarakat, atau yang tidak dapat dipinjam dan     ditemukan dilapangan seperti prasarana ,sarana,media,alat     belajar /peraga,barang habis pakai,materi pelajaran.

2.Membiayai segala perlengkapan gedung seperti air,     listrik,telepon,televisi dan radio.

3.Membayar jasa segala kegiatan pendidikan seperti     pertemuan-pertemuan ,perayaan-perayaan,panitia-    panitia,darmawisata,pertemuan ilmiah dan sebagainya.

4.Untuk materi pelajaran pendidikan ekonomi     sederhana,agar bisa mengembangkan individu yang

berprilaku ekonomi,seperti hidup hemat,bersikap     efisien,memiliki ketrampilan produktif,memiliki etos     kerja,mengerti prinsip-prinsip ekonomi.

5.Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanan para     personalia pendidikan

6.Meningkatkan motivasi kerja.

7.Membuat para personalia pendidikan lebih bergairah     bekerja.

8

D.Efisiensi dan Efektivitas dana pendidikan

Efisiensi dalam menggunakan dana pendidikan maksudnya adalah penggunaan dana  pendidikan yang harganya sesuai atau lebih kecil dari pada produksi dan layanan pendidikan yang telah direncanakan.Sedangkan yang dimaksud penggunaan dana pendidikan secara efektif adalah dapat mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang direncanakan terdahulu.Mengapa pemerintah memandang perlu meningkatkan efisiensi pendidikan ? Pertama karena dana pendidikan sangat terbatas. Kedua karena departemen pendidikan dan kebudayaan mengalami banyak kebocoran dana seperti halnya dengan departemen lainnya.Untuk itulah sangat diperlukan efisiensi dana pendidikan .

Tingkat efisiensi dana pendidikan dapat dilihat dari berbagai hal berikut yaitu :

1.Penggunaan uang yang  dialokasikan untuk masing-masing     kegiatan.

2.Proses pada setiap kegiatan

3.Hasil masing-masing kegiatan

9

Carpenter (1972 ) mengemukakan bahwa prinsip umum untuk menilai efektivitas adalah sebagai berikut :

1.Menilai efektivitas adalah berkaitan dengan problem tujuan     dan alat memproses input menjadi output.

2.Sistem yang dibandingkan harus sama

3.Mempertimbangkan semua output utama dalam     pendidikan yaitu jumlah siswa yang lulus.

4.Korelasi antara cara memproses dengan output diharapkan     bersifat kausalitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: