contoh artikel

HAKEKAT TUJUAN UJIAN NASIONAL.

 Oleh: Lambok Purba, S.Pd

Bab. Pendahuluan

Sebuah.  Latar Belakang.

Ujian Nasional menjadi dewasa yang sangat penting dalam dunia pendidikan.Banyak yang pro dan kontra terhadap pengadaan ujian nasional.Masyarakat banyak tidak perlu dilakukan ujian nasional dan pemerintahpun tidak sejalan dengan diadakannya ujian nasional. Pemerintah melalui lembaga pendidikan menetapkan bahwa ujian nasional harus tetap dilaksanakan, sementara diposisi lain mahkamah agung menolak diadakannya ujian nasional.

Pelaksanaan ujian nasional tahun 2009/2010 yang tertuang dalam peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 75/2009 tentang UN SMP / MTs / SMPLB, SMA / MA / SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 yang ditandai oleh Mendiknas Bambang Sudibyo mendapat dorongan dari masyarakat .

 Hangatnya ujian nasional ini dibicarakan dan adanya pro dan kontra membuat saya tertarik untuk membahasnya ,terlebih setelah saya baca sebuah artikel yang dimuat dalam Kompas yang terbit pada hari Sabtu, 8 Maret 2006 yang mengatakan bahwa Ujian Nasional akan tetap dilasanakan dan diadakan dua kali yaitu Ujian Nasional Utama dan Ujian Nasional ulangan.Ujian nasional utama adalah ujian yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal ujian umum nasional yang berlaku untuk semua siswa yang akan menyelesaikan studinya dari SLTP maupun SLTA,sedangkan ujian nasional ulangan dibuat khusus untuk siswa siswi yang gagal dalam ujian utama Ujian ulangan diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kedua bagi siswa.Kemudian jika tidak lulus dari ujian ulangan akan diberikan lagi kesempatan untuk mengikuti ujian nasional paket C dan seluruh rangkaian pelaksanaan ujian nasional ini menurut Edi Tri Baskoro yang menjabat sebagai sekretaris Badan Standart Pendidikan Nasional saat itu ,tidak menyebabkan tingginya anggaran.Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini disamping adanya pemberian tugas dari dosen untuk membuat suatu makalah pembanding atas sebuah makalah atau artikel.

B.Rumusan masalah.

Ujian nasional menjadi sosok yang menakutkan bagi anak-anak sekolah, orangtua, guru dan pihak sekolah.Setiap akhir tahun ajaran anak-anak sekolah, guru dan orang-orang yang diliputi rasa cemas dan takut .Hal ini menghidupkan hal yang dinginkan dari pelaksanaan ujian nasional. Namun hal itu tidak dapat dipungkiri dari ujian nasional yang lari dari hakekat nyata.Apa Hakekat tujuan diadakannya ujian nasional?

C.Tujuan

Pembuatan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas. Studi Administrasi Pendidikan Angkatan XVII, disamping sebagai pembanding. Berbagai artikel yang dimuat dalam harian Kompas terbitan 18 maret 2006.

 

Bab. II Hakekat dan Tujuan Ujian Nasional

a.Keadaan Riil saat ini.

            Pelaksanaan Ujian nasional saat ini adalah untuk membentuk orang-orang yang disebut sebagai siswa yang tidak sekolah. Karena itu tidak perlu jika siswa sibuk mempersiapkan diri mereka untuk melakukan ujian nasional. Demikian juga dengan guru berjuang untuk selalu anak didiknya secara fisik dan terakhir hal lainnya yaitu affactive dan psikomotorik anak.

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ berbudi.Hal ini berarti tidak cukup hanya cerdas.

Tapi fakta yang kita lihat sekarang sebaliknya. Keberhasilan ditentukan oleh angka dalam ujian nasional.Hal ini saya simpulkan berdasarkan kenyataan yang terjadi, jika sekolah ingin mendapatkan nilai yang rendah jika sekolah itu tidak berkwalitas jika sekolah itu adalah yang tertinggi dalam ujian nasional maka sekolah itu dianggap berkwalitas.

 

Hakekat dan tujuan ujian nasional

Hakekat dari tujuan pendidikan indonesia adalah mencapai masyarakat yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki moralitas dan moralitas yang tinggi.Tujuan pendidikan secara fisik ditinjau dari tiga aspek yaitu aspek ontologi, aspek epistomologi, dan aspek aksiologis.

 Aspek ontologis tujuan pendidikan yaitu mencapai manusia indonesia seutuhnya dengan meningkatkan harkat dan martabat manusia setinggi-tingginya manusia menjadi hidup bahagia.Untuk mencapai tujuan ini membutuhkan proses belajar. Proses belajar belajar inilah yang diharapkan menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, sehat dan spiritual dan mampu memenuhi kebutuhan hidup sebaik mungkin.

Aspek epistemologis tujuan pendidikan yaitu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.Usaha -usaha yang dilakukan itu adalah proses belajar yang dilakukan secara bebas, baik belajar pada lembaga pendidikan formal maupun non formal.Melalui proses pembelajaran yang memungkinkan manusia memiliki keterampilan dan usaha memenuhi kebutuhan menuju tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri.

Aspek aksiologis dari tujuan pendidikan yaitu nilai, manfaat atau kegunaan dari tujuan pendidikan itu sendiri bagi manusia. Nilai dan manfaat dari tujuan pendidikan itu dapat berupa moralitas dan moralitas peta yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhannya. kegunaan tujuan pendidikan.

Jadi tujuan pendidikan dapat dinyatakan berhasil, yaitu secara ontologis, epitemologis, dan aksiologis telah mencapai.

Untuk mengetahui tidak ada pendidikan yang dilakukan dengan berbagai cara, yang salah satu adalah ujian nasional. Inilah ujian nasional yang merupakan bagian dari evaluasi, dan berbagai masalah.

Terlepas dari apa yang disebut sebagai berikut:

 

1.Wiersma dan Jurs mengatakan bahwa evaluasi adalah proses yang menguji dan menguji.

2.Arikunto kontras adalah kegiatan pengukuran dan penilaian

3.Ralph W Tayler yang dikutip oleh Brinkerhorff dkk, mendefenisikan Evaluasi sebagai berikut  : evaluasi sebagai proses menentukan sejauh mana tujuan pendidikan benar-benar diwujudkan.

4.Daniel Stufflebeam (1971) yang dikutip oleh Nana Syaodih S, menyatakan bahwa evaluasi adalah proses delinating, memperoleh dan menyediakan informasi yang berguna untuk menilai keputusan alternatif.

5.Michael Scriven (1969) menyatakan evaluasi adalah nilai yang diamati dibandingkan dengan beberapa standar.

6.Prof.DR.Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul “Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Teori Sistem” (2001) mengatakan Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan tentang informasi dan penafsiran informasi untuk menilai (menilai) keputusan-keputusan yang dibuat dalam sistem.

7.Prof.Dr.S.Nasution, MA (2008), kata Evaluasi adalah proses untuk menelaah hasil Pelajaran anak-anak untuk menemukan hal-hal yang pantas tercakup dalam pendidikan.

 

Dari perasaan para ahli di atas maka penulis membuat kesimpulan bahwa evaluasi adalah hasil dari proses belajar secara kognitif, afactive dan psikomotorik yang dilakukan dengan cara mencatat, keterampilan atau hasil ulangan-ulangan yang dilakukan secara lisan maupun tulisan.

           

Karena ujian adalah bagian kecil dari keputusan maka tentulah hasil ujian nasional yang kurang tepat jika kita jadikan menjadi patokan utama untuk menentukan lulus tidaknya seorang siswa, karena masih banyak lagi yang lain yang juga turut menentukan patokan utama. untuk menetukan lulus tidaknya siswa yang menjadi tujuan pendidikan nasional kita yaitu menciptakan manusia indonesia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta memiliki etika dan moralitas yang tinggi tidak akan pernah mencapai.

 

Sistem pertumbuhan ujian akhir nasional

 

Periode 1950-1960 an.

Pada tahap ini ujian akhir disebut dengan ujian penghabisan.Soal-Buku yang dibuat oleh departemen Pendidikan dalam bentuk esai.Hasil ujian di pusat rayon masing-masing.Pada masa pendidikan ini masih lebih tinggi dari malaysia terbukti dengan guru-guru dari indonesia yang dipekerjakan di negara itu.

Periode 1972-1979.

Pada periode ini pemerintah memberikan kebebasan kepada setiap sekolah atau sekelompok siswa untuk melakukan ujian sendiri dan dilakukan oleh masing-masing sekolah atau kelompok. Pemerintah hanya memberi panduan dan panduan yang sifatnya umum. Masa pendidikan kita masih baik.

Periode 1980-2000.

Pada tahap ini mulai dilaksanakan ujian akhir yang disebut sebagai Evaluasi Belajar Tahab Akhir Nasional (EBTANAS) .Pada periode ini ujian akhir ada dua bentuk yaitu EBTANAS untuk mata pelajaran pokok, sedangkan EBTA untuk mata pelajaran non ebtanas.Untuk EBTANAS penyelenggaraannya dikoordinasi pusat sementara EBTA dikoordinasi pemerintah provinsi.Kelulusan dengan penggabungan nilai-nilai kedua Analisis yang ditambah dengan nilai yang tertera dalam rapor.

 

Periode 2001-sekarang.

Pada saat ini istilah EBTANAS diganti dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris yang kemudian berubah menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) sejak tahun 2002.Kelulusan pada periode ini ditentukan oleh nilai mata pelajaran individu pada tahun 2003 standar kelulusan 3,01 mata pelajaran dan rata-rata minimal 6,0.Kemudian pada tahun 2004 standar kelulusan naik menjadi 4,01 setiap mata dan rata-rata rata-rata tidak diberlakukan lagi.

 

Pengembangan sistem ujian nasional kita mulai dari tahun 1950 sampai saat ini penulis sistem-sistem yang kita gunakan tidak memungkinkan untuk mengembangkan dunia pendidikan, bahkan penulis dapat menurunkan kualitas. Terbukti sekarang bahwa kualitas pendidikan kita sekarang sudah bawah negara Malaysia.

 

Dengan kata-kata yang digunakan untuk mengembangkan pendidikan, kita tidak akan bisa hanya dengan menggunakan sistem yang lebih efektif dari pendidikan nasional.

 

.

1.Hakekat tujuan pendidikan nasional indonesia adalah menciptakan manusia indonesia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta memiliki moral dan moralitas yang tinggi.

2.Tujuan pendidikan siswa dapat dilihat dari aspek ontologis, aspek epistomologis, dan aksiologis. 

3.Hakekat Evaluasi adalah mengembangkan proses pembelajaran dengan menggunakan materi kognitif, affactive dan psikomotorik yang dilakukan dengan cara isi, keterampilan dan hasil ulangan-ulangan yang dilakukan secara lisan maupun tulisan.

 

 

 

Saran

 

Ujian nasional saya kira perlu tetap dilaksanakan, tetapi janganlah lari dari hakekat ujian nasional itu sendiri, dengan demikian Kualitas Pendidikan dapat ditingkatkan.

 

Daftar Pustaka

S.Nasution, Prof, Dr., MA Mengajar dengan Sukses

Juhaya S.Praja, Prof, Dr, Filsafat dan Etika

Intrnet

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: